Menelisik Potensi Keterlibatan Orang Dalam pada Kasus Pembobolan Kantor Desa Sumberwaru

"Jadi kita masih melakukan pendalaman dan penyelidikan," terang Heru

Menelisik Potensi Keterlibatan Orang Dalam pada Kasus Pembobolan Kantor Desa Sumberwaru
Kades Iman Ansori melaporkan kasus pencurian dua laptop di Kantor Desa Sumberwaru. (Foto : Polsek Banyuputih/Narasinews.id)

Narasinews.id, SITUBONDO - Kasus dugaan pencurian laptop terjadi di Kantor Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih. Kabar tersebut mencuat setelah Kepala Desa Sumberwaru, Imam Ansori, melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Banyuputih, Selasa (7/3/2023).

Menurut Kapolsek Banyuputih, AKP Heru Purwanto, kasus dugaan pembobolan Kantor Desa diduga terjadi pada Minggu, (5/3/2023). Pihak kepolisian langsung melakukan olah TKP begitu mendapat laporan terkait kasus tersebut.

"Kita melakukan olah TKP untuk penyelidikan awal," ungkapnya kepada Jurnalis Narasinews.id, Rabu (8/3/2023). 

Menurut Kapolsek Banyuputih, pelaku melakukan pencurian dengan cara merusak pintu lemari tempat laptop tersimpan. Jumlah laptop yang berhasil digondol sebanyak dua unit. Salah satunya laptop yang digunakan untuk pelayanan desa.

Ditanya soal kemungkinan pelaku merupakan orang dalam Kantor Desa, Heru mengaku belum bisa memberikan kepastian. Kata dia, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan.

Heru juga menjelaskan terkait kondisi pintu masuk Kantor Desa yang tidak mengalami kerusakan sedikit pun. "Jadi kita masih melakukan pendalaman dan penyelidikan," terangnya.

Lebih detail, Kepala Desa Sumberwaru, Imam Ansori, mengatakan bahwa pihaknya curiga ada motif-motif tertentu dalam aksi pencurian tersebut. Mengingat salah satu laptop yang digondol pelaku berisi data penting. 

Kades Sumberwaru menduga ada dua kemungkinan motif pelaku melakukan pencurian. Pertama karena sengaja ingin mencuri, atau kemungkinan lain pelaku sengaja berusaha mendapatkan data-data penting pada laptop tersebut.

"Ada dua motif saya pikir. Motif ekonomi atau motif kepentingan politik tertentu. Saya tidak paham ini," tuturnya kepada Jurnalis Narasinews.id, Rabu (8/3/2023).

Lebih lanjut, kata Imam Ansori, dua lapotop yang hilang berada di dua tempat berbeda. Satu laptop tersimpan di lemari gudang. Di mana keadaan pintu lemari rusak usai pencurian. Sementara pintu gudang sendiri tidak mengalami kerusakan.

Sedangkan laptop ke dua berada di ruang pelayanan. Sejatinya di tempat tersebut ada tiga laptop. Namun anehnya yang hilang hanya satu laptop milik Kasi Perencanaan. 

Lebih jauh, Kades Sumberwaru mengatakan bahwa ada tiga orang yang memegang kunci kantor. Yakni dirinya sebagai Kades, Kasi Kesra, dan petugas kebun.

"Saya langsung laporan polisi. Karena ini terkait aset desa. Kedua, isi dari laptop itu kan (berkas) pemerintahan desa. Sebagian berkas pemerintahan desa di laptop itu. Termasuk pelayanan ke masyarakat," ujarnya.

Saat ditanya terkait ada tidaknya pihak yang dia curigai, Imam Ansori menyatakan bahwa dirinya tidak bisa sembarang melempar tuduhan. Namun jika sewaktu-waktu muncul data desa, pihaknya patut curiga bahwa data itu berasal dari laptop yang hilang. "Data penting di dua laptop itu," ungkapnya. (ros/qin)