Seriusi Situbondo Naik Kelas, Sejumlah Pihak Sumbang Ide Melalui Kegiatan Mole Atellas
Situbondo naik kelas nampaknya bukan hanya menjadi omong kosong belakang. Namun Bupati Situbondo cukup serius untuk merealisasikan

NARASINEWS.ID - Situbondo naik kelas nampaknya bukan hanya menjadi omong kosong belakang. Namun Bupati Situbondo cukup serius untuk merealisasikan jargon tersebut.
Pemerintah Kabupaten Situbondo terus berupaya mewujudkan ‘Situbondo Naik Kelas’ dengan berbagai langkah nyata. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan publik dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Salah satu langkah konkret yang diambil adalah mengundang berbagai tokoh penting dalam forum diskusi untuk menyumbangkan gagasan bagi kemajuan Situbondo. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merealisasikan visi tersebut.
Sebelumnya, Pemkab Situbondo telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Ketua Ombudsman RI. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan efektif.
Kini, di bawah kepemimpinan Mas Rio dan Mbak Ulfi, Pemkab Situbondo mengadakan kegiatan Mole Atellas, Sumbang Pikir Situbondo Naik Kelas. Acara ini bertujuan untuk mengumpulkan ide-ide inovatif dari berbagai pihak.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh penting. Di antaranya Brigjen Pol. Dr. Sulastiana, M.Si., CRGP., CHCM, CRPP yang kini menjabat sebagai Auditor Kepolisian Utama di Polri. Sementara Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo hadir secara daring melalui zoom.
Sedangkan Wakil Bupati Mbak Ulfiyah hadir langsung di Pendopo Situbondo. Begitu juga Sekretaris Daerah (Sekda) Wawan Setiawan. Kehadiran mereka menambah bobot diskusi dalam mencari solusi terbaik bagi perkembangan daerah.
“Kami tidak ingin ‘Situbondo Naik Kelas’ hanya menjadi sekedar slogan. Kami serius dalam merealisasikannya dengan langkah kongkrit. Seperti mengadakan forum diskusi ini,” ungkap Bupati Situbondo Mas Rio.
Orang nomor satu di Kota Santri ini optimis terlibatnya berbagai pihak dapat mendukung percepatan perkembangan Situbondo.
“Dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk diaspora dan investor, kami yakin Situbondo bisa berkembang lebih cepat dan mencapai target yang telah ditetapkan,” terangnya.
Hal hampir sama juga disampaikan Wakil Bupati Situbondo, Mbak Ulfiyah. Dia mengaku ingin mendengar ide-ide segar untuk mewujudkan Situbondo naik kelas.
"Kami berkomitmen untuk mewujudkan Situbondo Naik Kelas dengan melibatkan berbagai pihak dalam diskusi ini. Kami ingin mendengar ide-ide segar untuk mengatasi kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Situbondo,” ungkap Wakil Bupati Situbondo.
Salah satu fokus utama dalam diskusi ini adalah upaya menekan angka kemiskinan di Situbondo. Saat ini, tingkat kemiskinan masih berada di angka 11,51 persen atau sekitar 80 ribu orang.
Pemerintah menargetkan penurunan angka kemiskinan hingga di bawah 10 persen dalam lima tahun ke depan. Jika target ini tercapai, sekitar 30 ribu orang akan keluar dari garis kemiskinan.
Untuk mencapai tujuan tersebut, strategi utama yang diterapkan adalah pengeluaran pemerintah atau government spending. Mengingat Situbondo masih bergantung pada dana transfer dari pusat, anggaran pemerintah menjadi faktor kunci dalam pertumbuhan ekonomi.
Namun, anggaran pemerintah saja tidak cukup. Oleh karena itu, investasi juga menjadi fokus utama dalam mendorong pembangunan daerah. Situbondo harus mampu menarik investor, baik dari dalam maupun luar negeri.
Dalam hal ini, peran diaspora sangat penting. Diaspora Situbondo diharapkan dapat membantu membangun jaringan dan menarik investor agar tertarik menanamkan modal di daerah ini.
Pembicara mencontohkan bagaimana Vietnam sukses menarik investasi dengan memberikan berbagai kemudahan, seperti akses tanah dan regulasi yang mendukung. Situbondo pun mulai menerapkan kebijakan serupa dengan menyederhanakan proses perizinan.
Selain investasi, sektor ekspor juga harus diperkuat. Produk unggulan seperti hasil pertanian, perikanan, dan kerajinan harus dioptimalkan agar bisa bersaing di pasar internasional.
Dengan meningkatkan ekspor, diharapkan neraca perdagangan Situbondo bisa lebih baik, di mana ekspor melampaui impor. Ini menjadi langkah penting dalam memperbaiki kondisi ekonomi daerah.
Sebagai bagian dari upaya konkret, pemerintah akan membentuk forum diskusi kelompok (Focus Group Discussion atau FGD). Forum ini akan membahas secara lebih mendalam strategi di masing-masing sektor prioritas.
Sementara Brigjen Pol. Dr. Sulastiana, M.Si., CRGP., CHCM, CRPP, mengatakan bahwa investasi merupakan salah satu kunci penting dalam pembangunan daerah.
“Investasi menjadi kunci penting dalam pembangunan daerah. Kita harus belajar dari negara lain, seperti Vietnam, yang berhasil menarik investor dengan regulasi yang mendukung. Situbondo juga harus melakukan hal yang sama agar bisa lebih kompetitif,” tuturnya.
Diskusi ini tidak hanya berlangsung dalam satu acara, tetapi akan dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini untuk memastikan bahwa gagasan yang dihasilkan benar-benar dapat diimplementasikan dengan baik.
Meski kegiatan ini diadakan saat momen lebaran, antusiasme peserta sangat tinggi. Banyak diaspora dan tokoh nasional yang hadir untuk ikut serta dalam diskusi ini.
Bahkan, beberapa peserta mengikuti acara secara daring melalui Zoom dari Amerika dan Korea. Ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap pembangunan Situbondo juga datang dari luar negeri.
Diaspora luar negeri diharapkan bisa turut mempromosikan Situbondo, terutama dalam sektor pariwisata dan pendidikan. Potensi ini dapat dimanfaatkan untuk menarik lebih banyak wisatawan dan pelajar ke daerah ini.
Dengan adanya tindak lanjut melalui FGD dan keterlibatan berbagai pihak, diharapkan program "Situbondo Naik Kelas" dapat berjalan dengan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa Situbondo memiliki potensi besar untuk berkembang. Jika semua pihak dapat bekerja sama dan berkontribusi, maka dalam lima tahun ke depan, Situbondo benar-benar bisa naik kelas dan menjadi daerah yang lebih maju
What's Your Reaction?






