Ketua LSM TKN Bantah Isu Premanisme Pada Greenpeace di Probolinggo yang Dilakukan Anggotanya

“Sebenarnya kita tidak bermaksud untuk mengusir atau mencegat rombongan tersebut. Bahkan isu terkait dengan tindakan premanisme tersebut tidak dibenarkan. Tidaklah ada unsur paksaan sama sekali, mereka menulis dan menandatangani perjanjian tertulis disertai Materai Rp10.000, pun kita tidak memaksa. Bahkan dari pihak Greenpeace juga atas kemauannya sendiri,” ucap Wali Kota Aliansi LSM Lira, Prasetyo Eko Karso.

Ketua LSM TKN Bantah Isu Premanisme Pada Greenpeace di Probolinggo yang Dilakukan Anggotanya
Anggota Aliansi Pakkopak mendeklarasikan mau mendukung keberangkatan Greenpeace hingga sampai di Bali (Foto : Raphel/Narasinews.id)

Narasinews.id, PROBOLINGGO – Usai viral isu premanisme yang dilakukan oleh Anggota LSM TKN pada Aktivis Greenpeace di Probolinggo, Senin (7/11). Kini Ketua LSM tersebut angkat bicara dan menyangkal adanya unsur paksaan terhadap para aktivis bersepeda yang membawa delapan personil tersebut. 

Di mana hal tersebut disinyalir dengan rencana membuat kerusuhan saat pelaksanaan GTT G20  yang akan digelar di Pulau Dewata Bali, Rabu (9/11/2022). 

Pentolan sekaligus Wali Kota Aliansi LSM Lira, Prasetyo Eko Karso, mengaku menegur rombongan pesepeda Greenpeace. Dirinya memang mendatangi salah satu hotel tempat pada aktivis Greenpeace beristirahat. 

Eko menyampaikan tujuannya hanya sebatas membantu menunjukkan akses jalan ke Pulau Bali, serta bermaksud mengajaknya berdiskusi bersama. 

“Sebenarnya kita tidak bermaksud untuk mengusir atau mencegat rombongan tersebut. Bahkan isu terkait dengan tindakan premanisme tersebut tidak dibenarkan. Tidaklah ada unsur paksaan sama sekali, mereka menulis dan menandatangani perjanjian tertulis disertai Materai Rp10.000, pun kita tidak memaksa. Bahkan dari pihak Greenpeace juga atas kemauannya sendiri,” ucapnya. 

Eko mengatakan, dirinya tidak mau merespon tanggapan dari aliansi tersebut. Karena ia menganggap pengetahuan para aliansi tersebut tidak paham dengan pengetahuannyanya terkait aksi LSM Internasional tersebut. 

“Karena kita tidak mau nantinya nasib PLTU Paiton akan sama dengan PLTU Batang yang berada di Semarang tempo hari lalu. Di mana pihak Greenpeace ini beranggapan jika emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh PLTU tersebut berpengaruh besar terhadap perubahan iklim. Oleh sebab itu, jangan sampai PLTU Jawa-Bali Paiton ini dijadikan seperti itu, ” tuturnya. 

Adanya isu tersebut, kini beberapa Ormas yang ada di Probolinggo juga melahirkan aliansi dadakan. Di mana Aliansi LSM yang bernama Pakkopak. Yakni beberapa gabungan dari Grib, Liar, Prosamin Investigasi Jatim, Pekat, Penjara, Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU), Gasxoc, dan Laskar Merah Putih. Dengan maksud mereka mendukung penuh dan bersedia mengawal rombongan Greenpeace hingga ke Palau Bali. 

Di lain tempat dalam Konferensi pers yang di gelar di Kedai ANT di Jalan Gubernur Suryo, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, ini mendeklarasikan dirinya siap memberikan kawalan penuh pada Aktivis pesepeda Greenpeace agar dapat singgah di Pulau Bali. 

“Pada Intinya, aliansi ini tidaklah setuju dengan aksi LSM TKN menghadang para pesepeda tersebut. Aliansi Greenpeace ini sebenarnya tidak bermaksud merusuh di arena KTT G20 nanti,” pungkas Muhammad Untung sebagai Korlap Aliansi LSM. 

Menurutnya tindakan LSM TKN tersebut tidaklah mencerminkan semangat demokrasi dan melanggar kebebasan berpendapat. "Karena Greenpeace ini bergerak di bidang persoalan iklim tanpa adanya tindak kekerasan, terutama saat gelaran G20 mendatang," tegasnya. (*)

*Reporter : Raphel | Editor : Fathur Rozi