Wakabid Organisasi Kadin Situbondo Apresiasi Perhatian Rini Soemarno terhadap Petani

"Target untuk Situbondo saja 2.000 hektare untuk memenuhi kuota pabrik yang kapasitasnya 400 ton perhari. Kami berharap dengan berpartisipasi dari hulu ke hilir asas manfaat dan keuntungan yang diperoleh maksimal," ucap Toton

Wakabid Organisasi Kadin Situbondo Apresiasi Perhatian Rini Soemarno terhadap Petani
Toton (rambut putih) berdialog dengan Mantan Menteri BUMN, Rini Soemarno. (Foto: tim/Narasinews.id)

SITUBONDO, NARASINEWS.ID - Perhatian yang diberikan Mantan Menteri BUMN, Rini Soemarno, terhadap para petani singkong di Kabupaten Situbondo mendapat pujian dari Wakil Ketua Bidang Organisasi Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kabupaten Situbondo. Pria bernama Agus Rejeki Wartono ini mengatakan bahwa kedatangan Bu Rini (sapaan akrab Rini Soemarno) benar-benar berhasil membawa nilai kemanfaatan terhadap para petani. 

Pria yang akrab disapa Toton juga mengaku bangga bisa menjembatani komunikasi antara Petani Situbondo dengan sosok wanita sukses seperti Bu Rini. Dia pun berharap kerjasama positif itu bisa terus berlanjut sampai ekonomi petani di Kabupaten Situbondo benar-benar terangkat. 

Bahkan bukan itu saja, Toton juga berharap ke depan bisa dibangun pabrik tapioka di Kabupaten Situbondo. Di mana dengan adanya pabrik tapioka di Situbondo, petani bisa lebih semangat menanam singkong dan memasukkan hasil tamamnya ke panbrik tersebut. 

Menurut Toton, sejauh ini lahan di Kabupaten Situbondo yang sudah ditanami singkong mencapai 800 hektare. Dia menargetkan luas penanaman mencapai 2.000 hektare. Mengingat kuota kebutuhan pabrik di luar daerah sangatlah tinggi. 

"Target untuk Situbondo saja 2.000 hektare untuk memenuhi kuota pabrik yang kapasitasnya 400 ton perhari. Kami berharap dengan berpartisipasi dari hulu ke hilir asas manfaat dan keuntungan yang diperoleh maksimal," ucapnya. 

Dengan begitu, kata Toton, serapan tenaga kerja di Situbondo semakin meningkat. 

"Kita juga memanfaatkan lahan marginal. Penanaman singkong juga tidak mengganggu lahan laham produktif. Karena tanaman-tanaman lain seperti jagung ataupun kacang tanah tetap bisa ditanam sebagai tanaman sela," terangnya. 

Sementara Proses pembelian singkong di Jawa Timur tidak dilakukan langsung oleh Bu Rini. Melainkan yang bersangkutan bekerjasama dengan CV Batu Mas

Owner CV Batu Mas, Jadi Suwiryanto, mengaku bangga menjadi bagian dari kelompok orang-orang yang memiliki perhatian khusus terhadap upaya pengembangan ekonomi kerakyatan, khususnya petani. 

"Saya tentu sangat bangga dengan gerakan yang dilakukan oleh Bu Rini. Dan kami siap memberikan dukungan penuh terhadap kerjasama terintegrasi ini. Semoga manfaat dari kebersamaan ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat," ungkap pria yang akrab disapa Hadi ini. (tim)