Proyek Irigasi Rp59 Miliar PT Tiara Multi Teknik Diduga Tak Sesuai Spek

Proyek Irigasi Rp59 Miliar PT Tiara Multi Teknik Diduga Tak Sesuai Spek

SURABAYA, NARASINEWS.ID - Proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Siman, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Jombang Jawa Timur (tahap V) paket II tahun anggaran 2023-APBN tak sesuai spesifikasi teknik.

Pelaksana pekerjaan itu adalah PT Tiara Multi Teknik yang berkantor di Jalan Ketintang Baru Selatan VII nomor 10 Kota Surabaya.

Dugaan pekerjaan tidak sesuai Spek ini pantas menyusul temuan media ini.

Pertama, pengerjaan paket proyek ini masih belum selesai 100% ,  bahkan baru mencapai 70% padahal saat itu mendekati akhir tahun yakni 18 Desember 2023.

Kedua, proyek senilai Rp59, 625 miliar itu seharusnya bisa dikerjakan sesuai Spek dan tepat waktu namun kenyataannya tidak.

Ironisnya, anggaran proyek tersebut tergolong besar. Namun faktanya tak menjamin mutu pengerjaan.

Diduga kuat pelaksana tak  bertanggung jawab dan hanya mementingkan keuntungan semata. 

Pantauan wartawan di lokasi, ditemukan patok belum terpasang. 

Hingga detik ini, Januari 2024, pembuatan jalan makadam tidak dilakukan, hanya di beberapa titik saja dikerjakan, sementara sisanya hanya diuruk tanah sirtu. Padahal, dalam RAB dan gambar dikerjakan seluruhnya dan tuntas pada akhir 2023 lalu.

Menurut tokoh masyarakat setempat, patok tersebut sampai Januari 2024 belum juga terpasang.

"Patok belum dipasang Mas. Itu ada di depan rumah warga, patok masih utuh dan belum terpasang," ujar, tomas berinisal M, yang menolak disebutkan.

Bahkan tokoh masyarakat ini juga menemukan adanya pemasangan besi wermes pada dinding tidak sampai bawah sehingga warmes terlihat menggantung.

Dari temuan itu, wartawan melakukan konfirmasi resmi melalui surat kepada pejabat pembuat komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa II, Eny Styoningrum.

Namun sayang, surat nomor: 01/konf/ Narasinews.id/08 Januari 2024, terkait proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Siman Kabupaten Kediri dan Kabupaten Jombang (tahap V) paket II pada 2023 dari APBN yang dikerjakan PT Tiara Multi Teknik, hingga sebulan ini, pihak Balai Besar Wilayah Sungai Brantas belum memberi jawaban. (Hamzah)