Pemkot Lhokseumawe Prioritaskan Tujuh Program Pembangunan

"Akan tetapi tahun 2024 Kota Lhokseumawe harus tetap fokus terhadap upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang capaiannya pada tahun 2022 masih rendah. Selain itu, kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal harus dilakukan dengan menciptakan cluster-cluster sesuai dengan potensi wilayah di enam puluh delapan desa, serta pemberdayaan keberadaan BUMDES," ucap T.Adnan

Pemkot Lhokseumawe Prioritaskan Tujuh Program Pembangunan
Sekda Kota Lhokseumawe T. Adnan, menyampaikan sambutan dalam acara Musrenbang. (Foto : Ahmad Mirdza/Narasinews.id)

Narasinews.id, LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kota (Pemkot) Lhokseumawe gelar Musyawarah Rencana Pembangunan (MUSREMBANG) Rencana Kerja Pemerintah Kota (RKPK) Lhokseumawe Tahun 2024, Selasa (14/3/2023). Kegiatan itu berlangsung di Aula Kantor Wali Kota Lhokseumawe.

Sekda Kota Lhokseumawe T. Adnan, mengatakan MUSRENBANG tersebut merupakan lanjutan dari forum konsultasi publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Kota (RKPK) Lhokseumawe Tahun 2024 yang telah dilaksanakan pata tanggal 13 Februari 2023, dengan tema 'Mewujudkan Kota Lhokseumawe Cerdas Dalam Mensukseskan Agenda Politik Pemilihan Umum Dan Pemilihan Kepala Daerah Secara Serentak' 

Lebih lanjut, Sekda menjelaskan upaya penajaman fokus pembangunan dalam rancangan RKPK Lhokseumawe Tahun 2024 ada tujuh prioritas. Yaitu reformasi, birokrasi, pendidikan, pertumbuhan ekonomi, kesehatan, memperkuat pelaksanaan syariat islam dan budaya, infrastruktur, dan lingkungan hidup. 

"Akan tetapi tahun 2024 Kota Lhokseumawe harus tetap fokus terhadap upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang capaiannya pada tahun 2022 masih rendah. Selain itu, kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal harus dilakukan dengan menciptakan cluster-cluster sesuai dengan potensi wilayah di enam puluh delapan desa, serta pemberdayaan keberadaan BUMDES," ucapnya. 

Sekda meminta semua pimpinan dan aparatur perangkat daerah serta seluruh stakeholder untuk berpikiran terbuka dan inovatif untuk mengintegrasikan pembangunan lintas sektor secara terukur. Sehingga mampu menjawab permasalahan Kota Lhokseumawe, khususnya yang berkaitan dengan bkemiskinan, kemiskinan ekstrim, tingkat penggangguran terbuka yang masih tinggi dan prevalansi stunting yang masih tinggi.  

"Dengan pertimbangan keterbatasan anggaran yang selalu terjadi pada Pemkot Lhokseumawe untuk tahun 2024 diperkirakan APBK Rp746 miliar ini, sudah seharusnya kita terlatih untuk bersikap tegas dan realistis untuk mengutamakan program-program prioritas guna memenuhi capaian target yang diinginkan," papar Sekda Kota Lhokseumawe. 

"Implementasi program unggulan daerah yang masih perlu ditingkatkan efektifitas dan efisiensi serta kualitas, output kegiatan dan outcame program Kota Lhokseumawe pada tahun 2024 sepenuhnya dapat kita capai," lanjut Sekda. (*) 

*Reporter : Ahmad Mirdza | Editor : Fathur Rozi