Bupati Sidoarjo Gelontor Bansos Rp1 Miliar untuk 3.599 Warga TPA Griyo Mulyo Jabon

"Kami juga butuh masukan yang sejujur-jujurnya, saat ini lebih parah atau tidak (Dampak yang ditimbulkan TPA Griyo Mulyo -red) sebagai evaluasi kabupaten agar keberadaan TPA tetap berlangsung dengan baik," ucap Bupati Sidoarjo.

Bupati Sidoarjo Gelontor Bansos Rp1 Miliar untuk 3.599 Warga TPA Griyo Mulyo Jabon
Gus Muhdlor menyalami salah satu warga di sekitar TPA Griyo Mulyo Jabon penerima Bansos dari Pemkab Sidoarjo. (Foto : R.Hamzah/Narasinews.id)

Narasinews.id, SIDOARJO - Sebanyak 3.599 warga Kecamatan Jabon mendapatkan Bantuan Sosial (Bansos) dari Pemkab Sidoarjo. Bansos tersebut diberikan kepada kepala keluarga di empat desa yang tinggal dekat kawasan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Griyo Mulyo Jabon. 

Empat desa itu adalah Kupang, Tambak Kalisogo, Semambung dan Balongtani. Pagi tadi, Bansos berupa uang tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor, di Balai Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Jumat, (9/12). 

Bupati yang akrab disapa Gus Muhdlor ini menyampaikan, pemberian Bansos tersebut menjadi bentuk perhatian Pemkab Sidoarjo kepada warga yang selama merasakan dampak dengan adanya TPA Jabon. Sebelumnya TPS Jabon menimbulkan bau yang menusuk hidung. Sejak dalam beberapa bulan terakhir ini bau tersebut berangsur kurang setelah ditemukannya eco lindi.

Meski sudah ditemukan formula penghilang bau, bupati alumni Fisip Unair Surabaya itu ingin saran dan masukan dari masyarakat terkait pengelolaan sampah TPA Griyo Mulyo Jabon. Umpan balik tersebut akan dipakai sebagai bahan evaluasi kinerja TPA agar lebih baik lagi. 

"Kami juga butuh masukan yang sejujur-jujurnya, saat ini lebih parah atau tidak (Dampak yang ditimbulkan TPA Griyo Mulyo -red) sebagai evaluasi kabupaten agar keberadaan TPA tetap berlangsung dengan baik," ucapnya. 

Gus Muhdlor melanjutkan ada banyak langkah untuk mengurangi dampak lingkungan dari keberadaan TPA Griyo Mulyo. Salah satunya, dengan memanfaatkan TPA menjadi tempat pengelolaan sampah yang bernilai manfaat. Seperti Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) yang dapat dihasilkan saat ini. Bahan tersebut telah digunakan PLTU Tanjung Awar-awar dan Paiton sebagai bahan bakar co-firing. 

"Jadi TPA juga bukan hanya sebagai tempat untuk menampung sampah, namun juga sebagai tempat yang mampu menghasilkan BBJP," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Sidoarjo, Bahrul Amiq, menjelaskan tahun ini Pemkab Sidoarjo mengalokasikan anggaran Rp1 miliar untuk bantuan tersebut. Bantuan itu telah disalurkan melalui rekening masing-masing penerima. Nominal bantuan yang diberikan tiap desa berbeda-beda tergantung jarak dengan TPA. 

"Kita berharap anggaran ini dapat konsisten diberikan setiap tahunnya dan kami juga berharap dapat ditingkatkan sesuai harapan dari masyarakat," tegasnya. 

Di sisi lain, Camat Jabon, Mokhamad Aziz Muslim, menerangkan bahwa belum seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan. Semisal warga Desa Kupang yang masih 78 persen yang mendapatkannya. Mewakili warga empat desa terdampak, ia berharap bantuan tersebut tidak berhenti dan dapat bertambah penerimanya. 

"Warga Desa Kupang ada 1.416, yang mendapatkan bantuan 1.107 KK, sehingga prosentasenya 78 persen yang mendapatkan Bansos. Jadi belum keseluruhan," pungkasnya. (*) 

*Reporter : R. Hamzah | Editor : Fathur Rozi