Menparekraf Pilih Ponpes Sukorejo Sebagai Lokasi Konvensi Wisata Religi Dunia
"Alhamdulillah pembangunan wisata religi tahap pertama ini sudah rampung dan kita resmikan hari ini (Sabtu -red). Namun ini masih ada tahap-tahap berikutnya," ujar Sandiaga Uno

Narasinews.id, SITUBONDO - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Uno, melakukan Kunjungan Kerja (Kanker) ke Kabupaten Situbondo, Sabtu (14/1/2023). Salah satu lokasi yang dikunjungi politisi Partai Gerindra ini adalah Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo.
Kepada awak media, Sandiaga mengatakan pihaknya menggagas konvensi wisata religi dunia yang rencananya digelar pada tahun 2024 di Situbondo. "Alhamdulillah pembangunan wisata religi tahap pertama ini sudah rampung dan kita resmikan hari ini (Sabtu -red). Namun ini masih ada tahap-tahap berikutnya," ujarnya.
Dalam konvensi tersebut rencananya akan dihadiri tujuh perwakilan negara. Mulai dari Turki, Uzbekistan, Malaysian, Brunei Darussalam, Singapura, Maroko dan negara di Benua Eropa.
"Oleh karena itu, kami menginginkan ini disiapkan. Karena di sini (Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo -red) ini santrinya luar biasa banyak. Yakni sekitar 17 ribu," tegasnya.
Lebih lanjut, Sandiaga optimis, nantinya Situbondo bisa menjadi pusat wisata religi di Tapal Kuda. Sehingga berdampak terhadap kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Santri Pancasila.
"Nanti kita buatkan juga peta perjalanannya dan salah satu pemberhentiannya di sini (Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo -red). Kemudian stand-stand UMKM juga harus ada," imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Situbondo, Karna Suswandi, menyampaikan pihaknya menyambut baik gagasan Menparekraf Sandiaga Uno. "Pemkab Situbondo pasti menyiapkan diri untuk bisa mensukseskan itu. Oleh karena itu, berbagai persiapan pasti kita laksanakan sampai pada acara nanti," ucapnya.
Pria yang akrab disapa Bung Karna ini meminta kepada Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk berkoordinasi mensukseskan acara tersebut. "Sehingga konvensi wisata religi dunia ini bisa sukses," tuturnya.
Di sisi lain, Pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo, KHR. Achmad Azaim Ibrahimy, mengapresiasi gagasan Menparekraf Sandiaga Uno. "Karena pesantren adalah tumbuh kembannya bersama masyarakat, tentu konsepnya harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat," pungkasnya.
Kiai Azaim melanjutkan, dalam konsep wisata religi dunia harus menampilkan kearifan lokal. "Itu tidak boleh hilang, karena itu adalah garis yang harus terus mengawal. Sehingga wisata tetap berjalan, tetapi nilai religius dalam batin kita juga harus ada," pintanya. (*)
*Reporter : Fathur Rozi
What's Your Reaction?






