Pemkot Probolinggo Luncurkan Satgas Pencegahan Korupsi

"Korupsi masih menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi di Indonesia dan korupsi adalah masalah yang sangat merusak serta merugikan bagi masyarakat dan negara, ujar Walikota Probolinggo

Pemkot Probolinggo Luncurkan Satgas Pencegahan Korupsi
Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin memberikan keterangan pers kepada awak media usai peluncuran Satgas Pencegahan Korupsi. (Foto : Raphel/Narasinews.id)

Narasinews.id, PROBOLINGGO - Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo meluncurkan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Korupsi di Bromo Park Hotel, Senin (3/4/2023). Satgas ini merupakan salah satu langkah upaya pencegahan korupsi yang dimulai tingkat paling bawah di masing-masing perangkat daerah. 

Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, menyampaikan upaya pencegahan korupsi tersebut pada prinsipnya sebagai langkah bmendorong tata kelola pencegahan korupsi. "Korupsi masih menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi di Indonesia dan korupsi adalah masalah yang sangat merusak serta merugikan bagi masyarakat dan negara, ujarnya. 

Tugas Satgas Pencegahan Korupsi dapat menyusun rencana pelaksanaan aksi pencegahan korupsi, menyusun kebijakan dan pedoman dalam penerapan rencana pengendalian kecurangan (fraud control plan) kepada unit kerjanya. Selain itu, juga melaksanakan aksi pencegahan korupsi. Antara lain implementasi rencana pengendalian kecurangan serta terwujudnya eksistensi dan implementasi 10 atribut fraud control plan.

"Satgas Pencegahan Korupsi akan menjadi mitra yang sangat penting bagi Pemerintah Kota Probolinggo. Dan ini merupakan langkah-langkah konkret untuk mencegah dan mengatasi masalah korupsi serta menjadi kekuatan yang handal dalam memerangi korupsi di Kota Probolinggo,”tegas Wali Kota Probolinggo. 

Fraud control plan atau program pencegahan dan pengendalian korupsi merupakan program yang terintegrasi dalam melakukan pengawasan dan pembinaan untuk mencegah, menangkal dan memudahkan penindakan kejadian yang berindikasi kecurangan (fraud). Program ini juga bertujuan untuk melindungi organisasi dari kemungkinan fraud.

Habib Hadi menyampaikan, Kota Probolinggo mendapat nilai Monitoring Center for Prevention (MCP) pada tahun 2021 mencapai 93.6 persen atau peringkat 2 Jawa Timur dan peringkat 9 nasional. Sedangkan capaian tahun 2022 naik menjadi 95.56 persen atau peringkat 4 Jawa Timur dan peringkat 26 nasional. 

Untuk itu, Habib Hadi mengajak seluruh jajarannya bersinergi mewujudkan good governance dan clean government serta pengawasan intern pemerintah yang efektif dan efisien bersama dengan Satgas pencegahan korupsi.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan (BPKP) Provinsi Jawa Timur, Abul Chair, mengapresiasi langkah Pemkot Probolinggo tersebut. "Nilai-nilai amanah yang harus kita emban dalam tata kelola keuangan dan pembangunan sesuai arahan Presiden Jokowi. Bahwa pencegahan korupsi yang harus diutamakan, uang negara harus diselamatkan dan kepercayaan masyarakat harus dijaga. Insya Allah hari ini terwujud komitmen dengan launching Satgas pencegahan korupsi. Selamat Pak Wali Kota dan dan Pak Yusron Inspektur Kota Probolinggo dan semua warga Kota Probolinggo. Kami mendukung upaya baik ini," ucapanya.

Di sisi lain, Staf Ahli Ideologi dan Konstitusi Kemenkopolhukam RI, Irjen Pol Andry Wibowo mengungkap laporan aduan cyber pungli ke Menpolhukam menurun dari tahun 2020 hingga 2022. “Mungkin ini ada hadirnya KPK, hadirnya polisi yang lebih baik, jaksa yang lebih baik, BPK yang lebih baik. Kemudian juga tentunya sosialisasi dan pembenahan sistem-sistem palayanan publik yang lebih baik mengakibatkan penurunan angka pelaporan dari sisi kami, pungli,” ungkapnya.

Kemudian, Wakil Ketua KPK RI, Alexander Marwata, menyampaikan bahwa kejujuran atau integritas sudah harus ada dan melekat pada setiap diri manusia. “Tahu bahayanya korupsi sehingga tidak mau melakukan karena tahu dampak akibat dari korupsi itu lewat pendidikan. Meskipun ada peluang dia tidak melakukan. Kami dalam melakukannya banyak bekerja sama dengan kementerian yang memegang pendidikan formal dan kami juga mengajak peran serta dari para orang tua,”serunya. (*) 

*Reporter : Raphel | Editor : Fathur Rozi