Dari Jualan Rambutan, Sehari Bisa Untung Rp500 Ribu

"Ada dua jenis rambutan Binjai yang saya jual. Yakni yang kualitas B itu saya jual Rp10 ribu per-kilogram. Untuk yang kualitas A saya jual Rp13 ribu per-kilogram," tegas Sugik

Dari Jualan Rambutan, Sehari Bisa Untung Rp500 Ribu
Sugik sedang melayani pembeli. Dia mengaku mengantongi keuntungan hingga Rp500 ribu dalam sehari dari berjualan rambutan Binjai. (Foto : Fathur Rozi/Narasinews.id)

Narasinews.id, SITUBONDO - Musim rambutan membawa berkah tersendiri bagi Sugik, warga Desa Patemon, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember. Dalam sehari pria 31 tahun ini mampu meraup keuntungan bersih hingga Rp500 ribu dari berjualan rambutan jenis Binjai. 

Sugik mengatakan, dirinya sudah 16 hari berjualan rambutan Binjai di depan PG Panji, Situbondo. "Ada dua jenis rambutan Binjai yang saya jual. Yakni yang kualitas B itu saya jual Rp10 ribu per-kilogram. Untuk yang kualitas A saya jual Rp13 ribu per-kilogram," tegasnya. 

Sugik menjelaskan, rambutan jenis Binjai banyak diburu masyarakat karena rasanya yang manis. "Kalau yang rambutan Aceh itu rasanya kecut. Jadi masyarakat kurang suka," imbuhnya. 

Dalam sehari Sugik mampu menjual 2,5 kuintal rambutan Binjai. "Keuntungan saya ambil Rp2 ribu per-kilogram. Jadi dalam sehari saya bisa memperoleh keuntungan sekitar Rp500 ribu, itu sudah bersih dipotong uang makan, minum dan rokok sekitar Rp75 ribu per-hari," bebernya. 

Menurutnya pasar rambutan di Situbondo cukup menjanjikan. "Kalau di Jember menjual 50 kilogram rambutan itu susah, karena banyak masyarakat yang menanam. Saya belinya ke pengepul di daerah Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang. Jadi tiap hari dia ngirim ke Situbondo 2,5 kuintal," tuturnya. 

Sugik menuturkan, rata-rata masyarakat membeli rambutan Binjai yang kualitas A. "Yang banyak lakukan yang harga Rp13 per-kilogram. Enaknya berjualan di Situbondo ini meskipun musim hujan itu tidak berpengaruh ke penjualan. Karena di Situbondo ini hujannya sebentar bila dibandingkan dengan Jember yang bisa setengah hari," tegasnya. 

Sugik mengaku rela meninggalkan istri dan dua anak demi berjualan rambutan. "Seminggu sekali saya menyempatkan diri pulang. Berangkat Sabtu malam saya pulang. Senin pagi habis salat subuh saya berangkat ke Situbondo lagi," pungkasnya. (*) 

*Reporter : Fathur Rozi | Editor : Izzul Muttaqin