Petaka di Tambang Galian C, Tiga Jurnalis Jadi Korban Kekerasan

"Saya mendatangi tambang tersebut disambut salah satu petugas. Katanya tidak ada aktivitas. Namun ketika saya hendak buang air kecil, saya dihadang oleh beberapa orang tidak dikenal. Katanya rekan pers tidak boleh mengambil gambar atau video," ungkap Ari

Petaka di Tambang Galian C, Tiga Jurnalis Jadi Korban Kekerasan
Ari (baju putih) mendatangi Mapolresta Banyuwangi untuk melaporkan kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh para pekerja tambang galian C di Desa Klatak, Kecamatan Kalipuro. (Foto : Emen/Narasinews.id)

Narasinews.id, BANYUWANGI - Tiga jurnalis di Kabupaten Banyuwangi mengaku menjadi korban pemukulan saat tengah bertugas melakukan peliputan tambang galian c di Desa Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Para pelaku menggunakan seragam mirip pekerja tambang. Korban pengeroyokan bernama Ari, Gery dan Didik.

"Saya mendatangi tambang tersebut disambut salah satu petugas. Katanya tidak ada aktivitas. Namun ketika saya hendak buang air kecil, saya dihadang oleh beberapa orang tidak dikenal. Katanya rekan pers tidak boleh mengambil gambar atau video," ungkap Ari, Sabtu (8/1/2023). 

Dengan penghadangan tersebut, Ari mengadukan apa yang dia alami kepada beberapa awak media. 

“Setelah saya berdiskusi bersama teman-teman, kami mendatangi tambang tersebut. Sampai di sana, kami dihadang kembali hingga terjadi (adu) argumentasi. Yang menjadi persoalan adalah pers tidak boleh mengambil gambar atau video," bebernya. 

Tak berhenti di situ, persoalan tersebut berkembang menjadi kekerasan fisik. Para pelaku pengeroyokan menggunakan seragam seperti pekerja tambang.

Tak mau disakiti begitu saja, ketiga korban lantas melaporkan kejadian pengeroyokan tersebut ke Satreskrim Polresta Banyuwangi. 

"Saya berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti proses pelaporan ini. Kami tidak ingin adanya negoisasi atau restorative justice," tegas Ari dengan nada tinggi. 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Agus Sobarnapraja, berjanji untuk memproses kasus pengeroyokan tersebut sesuai SOP. 

“Saat ini kami fokus pada pelaporan tiga rekan jurnalis yang melaporkan terkait tindak pidana pengeroyokan. Dan kami bakal segera menindaklanjuti persoalan ini," ucapnya. (*) 

*Reporter : Emen | Editor : Fathur Rozi