BPJS Kesehatan Beri Layanan Ekstra pada Warga Banyuwangi

"Kami juga memberikan pelayanan screening di usia dini. Seperti penyakit hipertensi, jantung, ginjal, diabetes dan juga kami memberikan pelayanan pendampingan secara enam bulan sekali kepada pasien yang memiliki penyakit kronis." ucap Heriyani

BPJS Kesehatan Beri Layanan Ekstra pada Warga Banyuwangi
Mobil terparkir rapi di Kantor BPJS Kesehatan Banyuwangi. (Foto : Emen/Narasinews.id)

Narasinews.id, BANYUWANGI - Jumlah keseluruhan peserta BPJS Kesehatan Kabupaten Banyuwangi hingga awal tahun 2023 mencapai 1.076.206 jiwa atau 61 persen dari keseluruhan warga Kota Gandrung. Tentunya hal tersebut menjadi capaian kinerja yang luar biasa dari institusi tersebut. 

Menurut Perwakilan BPJS Cabang Banyuwangi, Hariyani, pihaknya memberikan pelayanan yang efisien untuk menangani bebarapa macam layanan kesehatan. "Kami juga memberikan pelayanan screening di usia dini. Seperti penyakit hipertensi, jantung, ginjal, diabetes dan juga kami memberikan pelayanan pendampingan secara enam bulan sekali kepada pasien yang memiliki penyakit kronis." ucapnya, Rabu (11/1/2023). 

Pihak BPJS Kesehatan juga selalu memberikan layanan dan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya kesehatan dalam hidup. Yang itu dijembatani oleh pelayanan jaminan kesehatan dengan program yang sesuai anjuran pemerintah.

"Selama ini kami memberikan pelayanan sesuai dari keluhan masyarakat, Jerman saja butuh 100 tahun demi menyempurnakan jaminan sosial kesehatannya. Jadi wajarlah jika BPJS baru berjalan 8 tahun itupun setiap keluhan selalu dilayani," terangnya.

Lebih lanjut, Hariyani menyampaikan, pelayanan yang dilakukan pihaknya tidak hanya ada di setiap fasilitas kesehatan saja. Namun setiap bulan BPJS Kesehatan Banyuwangi selalu berkordinasi dengan pihak kecamatan. "Kami juga melakukan sosialisasi di setiap desa melalui kordinasi kecamatan se-Kabupaten Banyuwangi," tegasnya. 

Untuk itu Hariyani menghimbau kepada masyarakat Banyuwangi untuk mengikuti JKN ( Jaminan Kesehatan Nasional ) guna melindungi finansial masyarakat. "Kita tidak akan tahu berapa biaya kesehatan yang akan dikeluarkan. Jadi lebih baik sedia payung sebelum hujan," tutupnya. (*) 

*Reporter : Emen | Editor : Fathur Rozi