Perempuan Asal Mayangan Ditemukan Meninggal dengan Mulut Berbusa

"Namun, yang pasti di tubuh korban tidak ditemukan tanda kekerasan saat kepolisian memeriksanya," tegas Zainullah

Perempuan Asal Mayangan Ditemukan Meninggal dengan Mulut Berbusa
Tim Inafis Polres Probolinggo Kota mengevakuasi jenazah Diah Prihartiningsih yang ditemukan tewas dalam keadaan mulut berbusa. (Foto : Raphel/Narasinews.id)

Narasinews.id, PROBOLINGGO - Diah Prihartiningsih, warga asal Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, ditemukan tewas dengan keadaan mulut berbusa di rumahnya, Rabu (15/2/2023). Mayat korban ditemukan sekitar pukul 11. 40 WIB. 

Perempuan 33 tahun tersebut sejak dua tahun yang lalu bercerai dengan suaminya. Ia tinggal seorang diri rumahnya yang ada di Jalan Ahmad Yani Nomor 88, Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. 

Seorang tetangga yang terbiasa mengantar makanan ke rumahnya, mengatakan bahwa rumah Diah terkunci sejak 13 Februari itu. Alhasil, ia urung memberikan makanannya. Lalu, pada Selasa siang mantan suaminya dan anaknya mendatangi rumah Diah. 

Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah, mengatakan mantan suami korban berniat menjenguknya. "Pintu terkunci kan, jadi didobrak," katanya melalui pesan singkat. 

Setelah pintu berhasil terbuka, mayat Diah ditemukan tergeletak di dalam kamarnya. Mulutnya mengeluarkan busa. Diah diketahui memiliki riwayat penyakit jantung, asam urat, kolesterol dan darah tinggi. "Disampingnya itu ada obat-obatan," Kasi Humas Polres Probolinggo Kota. 

Zainullah mengungkapkan, Diah meninggal karena komplikasi penyakit, yang diduga overdosis menggunakan obat. Sayangnya, pihak keluarga tidak mengijinkan untuk dilakukan autopsi. "Namun, yang pasti di tubuh korban tidak ditemukan tanda kekerasan saat kepolisian memeriksanya," tegasnya. 

Sementara itu, Ketua KPU Kota Probolinggo Ahmad Hudri menyampaikan, Diah Prihartiningsih ternyata adalah salah satu Panitia Pemuktahiran Data Pemilih (Pantarlih) Pemilu 2024. Korban selalu menghadiri kegiatan pantarlih. "Belum keliliing, masih rapat-rapat dengan panitia pemilihan suara," katanya. 

Pantarlih di Kota Probolinggo baru terlantik pada 12 Februari. Mulai dari pelantikan, apel dan bimbingan teknis dengan KPU, Diah terlihat hadir. 

Selama tanggal 13 Februari sudah mulai ada koordinasi dengan sesama pantarlih. Namun, koordinasi itu bukan bersifat resmi "Terakhir hadir saat pelantikan," pungkas Hudri. (*) 

*Reporter : Raphel | Editor : Fathur Rozi