Pemkot Lhokseumawe Diduga Menunggak Tagihan Listrik hingga Rp12 Miliar

"Tim investigasi kami menemukan ada dugaan kegiatan Pemkot yang tidak patut di contoh yaitu adanya dugaan tunggakan pembayaran listrik ke PLN sekitar Rp12 milyar. Untuk itu, kami minta agar PLN bertindak tegas kepada Pemkot untuk memutuskan aliran listrik ke Pemkot," ujar Ibnu Sina

Pemkot Lhokseumawe Diduga Menunggak Tagihan Listrik hingga Rp12 Miliar
Ketua Yara Aceh, Safaruddin (kiri) berbincang dengan petugas PLN Lhoksemawe. (Foto : Ahmad Mirdza/Narasinews.id)

Narasinews.id, Lhokseumawe - Kepala Perwakilan YARA Lhokseumawe, Ibnu Sina menyampaikan somasi kepada Kepala PLN Regional UP3 Lhokseumawe terkait dengan temuan investigasi tim YARA tentang dugaan tunggakan pembayaran listrik Pemkot Lhokseumawe sekitar Rp12 milyar.

"Tim investigasi kami menemukan ada dugaan kegiatan Pemkot yang tidak patut di contoh yaitu adanya dugaan tunggakan pembayaran listrik ke PLN sekitar Rp12 milyar. Untuk itu, kami minta agar PLN bertindak tegas kepada Pemkot untuk memutuskan aliran listrik ke Pemkot," ujarnya, Senin (6/3/2023). 

Untuk itu, Ibnu mendesak agar PLN bertindak adil kepada semua pelanggan, tidak terkecuali Pemko, karena jika masyarakat yang menunggak pembayaran maka langsung mendapatkan sanksi, ini juga perlu diterapkan kepada Pemko agar adanya persamaan hak dimuka hukum dan pemerintahan yang di jamin oleh konstitusi 

"Kami mendesak PLN agar bertindak adil kepada pelanggannya, baik itu masyarakat ataupun Instansi pemerintah, jangan ada perlakuan khusus sebagai pelanggan, karena jika masyarakat yang menunggak itu akan diberikan sanksi yang salah satunya adalah pemutusan arus listrik," tegasnya. 

Menurut Ibnu anggara PPJ yang diterima oleh Pemkot Lhokseumawe mencapai Rp15 milyar dari PLN setiap tahunnya. "Kebutuhan listrik ini sudah menjadi kebutuhan pokok. Jadi aneh saja ketika uang untuk bayar listrik tidak ada," pungkasnya. (*) 

*Reporter : Ahmad Mirdza | Editor : Fathur Rozi