Pemkab Kediri Gelar Pondok Romadhon Bersama Ustadz Wijayanto

"Saya harap ilmu yang kita dapatkan bisa bermanfaat. Terima kasih kepada Bupati Kediri yang telah memfasilitasi hadirnya Ustad Wijayanto ke Kabupaten Kediri,” terang Mbak Cicha.

Pemkab Kediri Gelar Pondok Romadhon Bersama Ustadz Wijayanto
Ustad Wijayanto menyampaikan tausiyah dalam acara Pondok Ramadan yang digelar TP-PKK Kabupaten Kediri. (Foto : Fedho/Narasinews.id)

Narasinews.id, KEDIRI- TP-PKK Kabupaten Kediri menggelar kegiatan puncak Pondok Ramadan 1444 Hijriyah di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Senin (17/4/2023). Kegiatan ini mengusung tema 'Ramadhan Mulia' bersama Ustad Wijayanto.

Ketua TP-PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito atau akrab di sapa Mbak Cicha dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan Pondok Ramadan ini sebagai sarana menambah wawasan dan memberikan siraman rohani sebagai penyemangat untuk lebih berperan aktif dalam melaksanakan kegiatan pelayanan masyarakat.

"Saya harap ilmu yang kita dapatkan bisa bermanfaat. Terima kasih kepada Bupati Kediri yang telah memfasilitasi hadirnya Ustad Wijayanto ke Kabupaten Kediri,” terang Mbak Cicha.

Ustad Wijayanto dalam tausiyahya mengingatkan, kepada masyarakat Kabupaten Kediri untuk meningkatkan ibadah terutama di 10 hari terakhir bulan Ramadan. 

"Orang-orang yang menyempurnakan ibadah kepada Allah SWT, berbakti kepada orang tua, suami / istri, peduli kepada anak yatim, memperbaiki hubungan dengan kerabat, keluarga, tetangga dekat maupun jauh, teman sejawat dan anak buah. Seperti karyawan merupakan golongan orang yang Insya Allah puasanya berhasil," ujarnya.

"Dengan mengamalkan 10 hal tersebut dan memperhatikan apa yang kita lakukan di 10 hari terakhir ramadhan seperti membaca Al-Qur’an dan beribadah ke masjid dapat menjadikan kita sebagai orang lebih beriman dan mulia," imbuh Ustad Wijayanto.

Ustad Wijayanto menambahkan, untuk mempertebal ketakwaan kepada Allah di malam Lailatul Qadar. Dirinya juga mengajak meningkatkan iman, berperilaku dan berakhlak mulia, sehingga Allah dapat memaafkan segala dosa dan kesalahan yang telah kita perbuat.

"Orang yang mulia bukan orang yang dimuliakan tetapi yang bisa memuliakan orang lain. Orang yang terhormat bukan orang yang dihormati tetapi yang bisa menghormati orang lain," pesan Ustad Wijayanto. (*) 

*Reporter : Fedho | Editor : Fathur Rozi