Buah Krai, Hasil Bumi Banyuwangi yang Paling Dicari Saat Bulan Ramadan

"Beberapa waktu sebelum ramadan, memang sengaja saya mulai menanam buah krai, karena kebutuhan masyarakat yang banyak. Selain itu tanah dan sawah di Banyuwangi memang sangat cocok untuk buah semacam ini," kata Fauzi

Buah Krai, Hasil Bumi Banyuwangi yang Paling Dicari Saat Bulan Ramadan
Buah krai dijajakan saat Bulan Ramadan di Banyuwangi. (Habibi/Narasinews.id)

Narasinews.id, BANYUWANGI - Satu lagi buah yang paling dicari karena kesegarannya, buah yang memiliki cita rasa khas untuk menghapuskan dahaga saat berbuka puasa di Bulan Ramadan. Sebut saja buah krai, hasil bumi pertanian Banyuwangi yang mulai bertebaran nyaris di seluruh penjuru Bumi Blambangan.

Buah krai memang menjadi pribadinya masyarakat Banyuwangi sejak dulu, para petani buah krai memang sengaja menanam pohon buah krai beberapa bulan menjelang bulan suci ramadan, hingga ramadan tiba, saatnya para petani buah krai panen besar, kebutuhannya mencapai puluhan ton per hari.

"Beberapa waktu sebelum ramadan, memang sengaja saya mulai menanam buah krai, karena kebutuhan masyarakat yang banyak. Selain itu tanah dan sawah di Banyuwangi memang sangat cocok untuk buah semacam ini," kata Fauzi, petani asal Desa Kenjo, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (25/3/2023).

Cara menjual potensi alam Banyuwangi tersebut juga tak begitu sulit, dijual di pinggir jalan pun satu persatu pembeli langsung menghampiri, sebab buah krai memang sangat cocok untuk dijadikan menu buka puasa.

Selain dijual berbentuk buah, krai juga dijual di stan-stan ramadhan berbentuk es yang susah siap diminum saat buka puasa. 

Seperti yang tersaji di ramadan Street Food Festival, rangkaian agenda Pemkab Banyuwangi yang sengaja digelar untuk mengangkat sektor perekonomian masyarakat. Disana es krai juga termasuk salah satu jajanan terlaris.

"Ini momentum untuk menumbuhkan ekonomi kerakyatan, khususnya di sektor kuliner. Mudah-mudahan pasar takjil Ramadan ini bisa mendukung pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi," kata Ipuk saat membuka Ramadan Street Food Festival di jalan Letjen Sutoyo, Kecamatan Banyuwangi, Kamis (23/3/2023).

"Ini juga upaya melestarikan produk kuliner lokal. Selain menumbuhkan ekonomi, kita juga kembangkan kuliner khas Banyuwangi agar tidak punah. Makanya, yang dijajakan di sini kita utamakan kue dan masakan khas Banyuwangi," imbuh Ipuk. (*) 

*Reporter : Habibi | Editor : Fathur Rozi