Biodata H. Guntur Romli, Tokoh Nasional yang Diharap Maju Pilkada Situbondo 2024

Biodata H. Guntur Romli, Tokoh Nasional yang Diharap Maju Pilkada Situbondo 2024
Sosok Guntur Romli, tokoh nasional yang diharap maju Pilkada Situbondo 2024. (Foto: Istimewa)

Nama: H. Mohammad Guntur Romli

Tempat, Tanggal Lahir: : Asembagus, Situbondo, 17 Maret 1978 

Agama: Islam 

Status: Menikah (2 orang anak) 

Orang Tua: KH Achmad Zaini Romli (alm) & Hj Sri Sungkawa Ningsih 

Alamat di Situbondo: Desa Pesanggrahan, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo 

Alamat di Jakarta: Jalan Sepat, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan

Pendidikan Formal:

SDN Pesanggrahan 1 Jangkar Situbondo (lulus 1989)

SMP 1 Arjasa Situbondo (lulus 1992)

TMI Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep Madura (lulus tahun 1997) 

Pesantren Tinggi Al-Amien (1997-1998)

Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Amien (1997-1998)

Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir (1998-2004)

Institute Agama Islam Al-Aqidah Al-Hasyimiyah, Jakarta (lulus 2011)

Pendidikan Informal:

Madrasah Diniyah Ponpes Al-Falah, Pesanggrahan, Jangkar Situbondo (1987-1989)

Pondok Pesantren Darul Aitam Arromli, Curah Kalah, Jangkar, Situbondo (1989-1992) 

Pelatihan Kepeminpinan Nasional (PKN) Angkatan ke-VI, GP Ansor di Ponpes Raudhotut Tholibin, Rembang (2017)

Riwayat Organisasi: 

Wakil Ketua Tanfidziyah PCI-NU Mesir (2000-2002)

Ketua PKB Mesir (2002-2004)

Koord dan Host Kongkow Bareng Gus Dur di Radio 68H, Utan Kayu, Jakarta (2005-2008) 

Pengalaman:

Narasumber di media nasional baik televisi, cetak dan online (2005-sekarang)

Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Hukum (2019-2023) 

Caleg DPR RI dari PDI Perjuangan Jatim 3 (2024) 

Caleg DPR RI dari PSI di Jatim 3 (2019)

Jabatan saat ini:

Narasumber (Jubir) di DPP PDI Perjuangan, Jakarta 

Karya Tulis: 

Ustadz, Saya Sudah di Surga (2008)

Polemik Kebangkitan dan Kemunduran Islam di Era Abad-abad Pertengahan (2010)

Syahadat Cinta Rabi'ah Al-Adawiyah (2011)

Islam Tanpa Diskriminasi (2014)

Risalah Ramadhan: Puasa dan Idul Fitri (2014)

Islam Nusantara (2017)