16 Desa di Situbondo Diganjar 'Desa Mandiri' oleh Mendes PDTT

"Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Situbondo mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh Pak Mendes PDTT," ujar Bupati Situbondo.

16 Desa di Situbondo Diganjar 'Desa Mandiri' oleh Mendes PDTT
Bupati Situbondo, Karna Suswandi, dan 16 Kades memegang piagam penghargaan desa mandiri dari Kemendes PDTT. (Foto : Fathur Rozi/Narasinews.id)

Narasinews.id, SITUBONDO - 16 desa di Situbondo mendapat penghargaan sebagai 'desa mandiri' dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, Kamis (17/11/2022). Penghargaan bergengsi tersebut di berikan di salah satu hotel yang ada di Bondowoso. 

Bupati Situbondo, Karna Suswandi, mengapresiasi penghargaan tersebut. "Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Situbondo mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh Pak Mendes PDTT," ujar pria yang akrab disapa Bung Karna ini. 

Bung Karna, menyampaikan penghargaan tersebut harus menjadi cambuk bagi Kades-kades di Kota Santri Pancasila agar desanya menjadi desa mandiri. "Bagi Kades yang desanya masih berstatus desa maju agar segera menjadi desa mandiri. Sementara itu, yang desa berkembang segera menjadi desa maju," tegasnya. 

Menurut pria asal Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa ini memaparkan 16 desa yang berstatus desa mandiri adalah Desa Asembagus; Perante, Trigonco, Wonorejo, Besuki, Bletok, Jatibanteng dan Kesambirampak

"Kemudian Desa Sumberkolak, Talkandang, Buduan, Tlogosari, Sumberejo, Mangaran, Curah Jeru dan Wringinanom, Kecamatan Panarukan," bebernya. 

Lebih jauh, Bung Karna menyampaikan, ada 61 desa maju dan 55 desa berkembang. "Kami optimis dengan pendampingan dari DPMD desa-desa di Situbondo bisa menjadi desa dengan katagori desa mandiri," pungkas Bupati 55 tahun ini. 

Sementara itu, Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar menegaskan, pihaknya terus mempercepat pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. "Intinya pemerintah di bawah kepemimpinan Bapak Jokowi terus berikhtiar agar pembangunan tidak berlangsung di Jawa saja. Tetapi harus merata di seluruh wilayah Indonesia," tuturnya. (*) 

*Reporter : Fathur Rozi | Editor : Izzul Muttaqin