Warga Klampokan Tewas Tersengat Listrik

"Waktu itu Pas Aris mau turun tubuhnya terjepit di atas pohon, sehingga tidak bisa turun. Dia hanya bilang kena setrum listrik. Ketika ada yang mau menolong juga kena setrum, makanya tidak ada yang berani naik ke atas pohon," ucap Mufti

Warga Klampokan Tewas Tersengat Listrik
Warga berusaha mengevakuasi Aris yang tersengat listrik di atas pohon pelembang. (Potongan video warga)

Narasinews.id, SITUBONDO - Nasib nahas menimpa Aris, warga Dusun Krajan, Desa Klampokan, Kecamatan Panji, Situbondo. Pria 48 tahun tersebut tewas usai tersengat listrik saat memotong ranting pohon palembang, Minggu (12/2/2023). Bahkan jasad korban berada di atas pohon yang berada di tengah Tempat Pemakaman Umum (TPA) setempat. 

Warga setempat, Mufti, mengatakan saat tersengat listrik tersebut korban tidak langsung dinyatakan meninggal. Pihak keluarga masih membawa ayah dua anak itu ke Puskesmas terdekat. Namun nyawa Aris tidak bisa diselamatkan.

"Waktu itu Pas Aris mau turun tubuhnya terjepit di atas pohon, sehingga tidak bisa turun. Dia hanya bilang kena setrum listrik. Ketika ada yang mau menolong juga kena setrum, makanya tidak ada yang berani naik ke atas pohon," ucapnya. 

Mufti mengatakan, warga yang melihat tubuh Aris hanya bisa menjerit tetapi tidak bisa mendekat. Akhirnya sejumlah warga yang melihat kejadian berinisiatif melemparkan tali ke atas pohon tersebut dan menariknya bersama-sama.

"Pak Aris tidak kesetrum kabel langsung. Tapi ranting pohon yang dia tebang roboh ke kabel PLN. Mungkin karena basah jadinya kesetrum," beber Mufti.

Mufti menduga pohon pelembang yang menyentuh kabel PLN tersebut mengeluarkan energi listrik. Warga menyaksikan bagaimana asap yang keluar dari kabel hingga membuat kayu yang dinaiki korban terbakar.

"Kayunya sampat terbakar. Kemudian sama warga dirobohkan. Selain itu, daun-daunnya juga banyak yang hangus terbakar," tambahnya. 

Menurut Mufti, banyak warga yang sudah mengingatkan korban untuk tidak menaiki pohon tersebut. Termasuk juga pihak keluarga. Tetapi Aris tetap memaksa dan langsung naik ke atas kayu sambil membawa sebilah celurit.

"Sebenarnya kerja bakti ini hanya fokus membersihkan rumput-rumput di bawah kuburan. Kuburan ini dibersihkan untuk mengadakan sarwah akbar di tengah kuburan," pungkas Mufti. (*) 

*Reporter : Fathur Rozi