Relokasi Pedagang Pasar di Raja Ampat Sebelum 17 Agustus

"Untuk menindaklanjuti rekomendasi beberapa fraksi di DPRK Raja Ampat, maka kami (Disperindag) akan melakukan Relokasi. Relokasi para pedagang ini kita rencanakan sebelum 17 Agustus tahun ini," tegas Syamsuddin.

Relokasi Pedagang Pasar di Raja Ampat Sebelum 17 Agustus
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Raja Ampat, Syamsuddin Nimanuhu. Foto: Istimewa

RAJA AMPAT, NARASINEWS.ID- Rencana Pemerintah Daerah untuk merelokasi Pedagang Mbilin Kayam ke Pasar Sunon Bukor kota Waisai, Raja Ampat, Papua Barat Daya, akan dilakukan dalam waktu dekat. Hal itu ditegaskan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Raja Ampat, Syamsuddin Nimanuhu, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (10/7/2023).

"Untuk menindaklanjuti rekomendasi beberapa fraksi di DPRK Raja Ampat, maka kami (Disperindag) akan melakukan Relokasi. Relokasi para pedagang ini kita rencanakan sebelum 17 Agustus tahun ini," tegas Syamsuddin.

Sam, Sapaan akrab Syamsuddin Nimanuhu, juga menerangkan bahwa kebijakan relokasi tersebut ditempuh bukan tanpa alasan. Alasan yang pertama, yakni berdasarkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) wilayah perencanaan kawasan perkotaan Waisai Tahun 2022-2042.

Diterangkan bahwa dalam RDTR tersebut, keberadaan pasar tidak lagi berada di tengah kota atau tidak lagi berpusat di wilayah Bataran kali Waisai. Namun, berada di Swaibon Pantai. Sebab itu, relokasi pedagang harus dilakukan.

Selain itu, lanjut Sam, kebijakan relokasi tersebut juga berdasarkan rekomendasi dari beberapa fraksi di DPRK Raja Ampat. Di mana para fraksi juga menghendaki adanya relokasi para pedagang ke pasar Sunon Bukor agar wajah kota Waisai kembali ditata seindah mungkin.

Terkait unjuk rasa para pedagang pasar di DPRK, Syamsuddin menilai, dinamika tersebut lumrah terjadi dalam negara demokrasi. Namun, ia juga mengklaim bahwa terdapat sebagian besar pedagang yang sudah sepakat untuk direlokasikan ke pasar Sunon Bukor.

"Ada 264 dari 317 pedagang yang sudah sepakat untuk pindah ke pasar yang baru.dan kesepakatan ini kita buat dalam surat bermaterai", jelas Syamsuddin.

Sementara Ketua Fraksi Demokrat DPRK Raja Ampat, Moh Taufik Sarasa, saat dikonfirmasi melalui via telpon pada Senin (10/7/2023), juga menegaskan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi atas kebijakan Pemerintah Daerah melalui Disperindag Kabupaten Raja Ampat untuk merelokasi para pedagang ke pasar Sunon Bukor.

"Pada intinya kami Fraksi Demokrat sangat mendukung dan apresiasi atas kebijakan Disperindag Raja Ampat dalam melakukan Relokasi para pedagang ke Pasar Sunon Bukor", tukas Sarasa dalam keterangan persnya.

Sekretaris Umum DPC Partai Demokrat Raja Ampat itu juga menyoalkan pasar Mbilin Kayam yang tidak tertata dan cenderung kumuh. Menurutnya, kota Waisai yang menjadi sentral ibu kota harusnya ditata dengan rapi.

Hal tersebut, lanjut Sarasa, dilakukan dalam rangka untuk mendukung program pemerintah dalam pengembangan pariwisata di Raja Ampat. Salah satu bentuk dukungannya adalah menata wajah kota waisai yang indah agar bisa menciptakan kesan positif bagi para wisatawan yang hendak berwisata di Raja Ampat.

Reporter: Moh A. Macap | Editor: Izzul Muttaqin