Melalui Festival Kopling Di Desa Talok Turen, Pemkab Malang dan Bea Cukai Sosialisasikan Gempur Rokok Ilegal

"Para komunitas kopi keliling Ini di samping bisa jualan kopi, sosialisasi Gempur Rokok Ilegal juga bisabisa terselesaikan. Dan anak-anak kita yang tadi jualan kopi juga bisa jualan rokok tapi yang legal" kata Abah Sanusi.

Melalui Festival Kopling Di Desa Talok Turen, Pemkab Malang dan Bea Cukai Sosialisasikan Gempur Rokok Ilegal
Bupati Malang menyapa pedagang kopi keliling. Dia memberikan dukungan terhadap usaha kopi keliling di Kabupaten Malang. (Foto: Ahmad Suseno/Narasinews.id)

MALANG, NARASINEWS.ID - Pemerintah Kabupaten Malang melalui Satuan Polisi Pamong Praja terus mensosialisasikan ajakan gempur rokok ilegal. Salah satu bentuknya adalah  menggelar Festival Kopi Keliling (Kopling) di rest area Lumba Lumba Desa Talok Kecamatan Turen, Minggu (25/6/2023) sore. Dalam kegiatan tersebut Satpol PP bekerjasama dengan Kantor Bea Cukai Malang dan DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Malang

Bupati Malang H.M. Sanusi mengatakan festival kopling ini sangat luar biasa sebab bisa memberikan peluang kepada masyarakat. Dan terkait pekerjaan apa saja, yang penting halal dan membuahkan pendapatan.

"Para komunitas kopi keliling Ini di samping bisa jualan kopi, sosialisasi Gempur Rokok Ilegal juga bisabisa terselesaikan. Dan anak-anak kita yang tadi jualan kopi juga bisa jualan rokok tapi yang legal" kata Abah Sanusi.

Bupati Malang menambahkan, dengan kegiatan seperti itu diharap bisa meningkatkan pendapatan para pedagang kopi keliling. 

"Mudah-mudahan membawa manfaat bagi kita semua, ada peningkatan usaha dari kecil hingga bisa besar. Punya pengalaman, kemampuan dan pendapatan lebih besar dengan pembinaan dari pak Sucipto (pemilik Rest Area Lumba Lumba)," harapnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Malang H.M Sanusi juga memberikan bantuan modal usaha pada seluruh pedagang kopi keliling yang hadir pada acara sosialisasi Gempur Rokok Ilegal.

Kasat Pol PP, Firmando H Matondang, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut hasil kolaborasi anatara Satpol PP, Bea Cukai dan DPD KNPI Kabupaten Malang dalam rangka sosialisasi Gempur Rokok Ilegal. Pelaksanaan sosialisasi merupakan bagian mengumpulkan komunitas pemuda khususnya komuitas kopi keliling (Kopling).

"Nanti beberapa kegiatan saat ini, nanti juga ada dua agenda terbesar yang akan kita selanggarakan yang nanti juga akan menghadirkan rekan-rekan komunitas Kopling pada bulan Agustus dengan komunitas CB di Pantai Balekambang" kata Firmando

Harapannya dengan adanya kegiatan tersebut, komunitas kopi keliling bisa membantu mensosialisasikan peredaran dan penyebaran rokok ilegal di Kabupaten Malang. 

Sementara itu Kepala Kantor Bea Cukai Malang, Gunawan Tri Wibowo, menyampaikan festival kopi keliling yang dilakukan itu merupakan bentuk kerjasama antara Satpol PP dan Bea Cukai Malang. Di mana tugas pokok Bea Cukai Malang salah satunya adalah mengumpulkan penerimaan negara dari sektor cukai.

"Dari penerimaan negara tersebut dikembalikan kepada pemerintah Kabupaten Malang dalam bentuk dana bagi hasil juga hasil tembakau" terangnya

Perlu diketahui bahwa penerima cukai dalam anggaran 2023 ini ditargetkan adalah 245 triliun. Kemudian dari hasil penerimaan dikembalikan kepada Kabupaten sebesar tiga persen untuk kegiatan-kegiatan salah satunya adalah kegiatan sosialisasi.

"Rokok ilegal adalah rokok yang perlu kita perangi bersama karena dalam rokok ilegal tidak ada penerimaan juga tidak menggunakan pita cukai. Sehingga kami mohon bantuan untuk bisa membantu kami dalam menegakkan hukum terkait dengan gempur rokok ilegal" pintanya

Dan untuk para komunitas kopi keliling, jika ada dan menemukan terkait dengan rokok ilegal, silakan melaporkan kepada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Malang atau melalui Pemerintah Kabupaten terutama melalui Satpol PP.

Selain dihadiri Bupati Malang dan Kepala Bea Cukai Malang, juga dihadiri Ketua DPD KNPI, Zulham A. Mubarok, beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Muspika Kecamatan Turen. Dalam fertival Kopling ini diikuti lebih 70 peserta komunitas kopi keliling. (Adv/*) 

*Reporter: Ahmad Suseno | Editor: Izzul Muttaqin