Kericuhan Pemuda Pancasila dengan Satpol PP Warnai Penertiban PKL di Probolinggo

“Kenapa kita digusur, jika memang mau menertibkan, ayo kita tertibkan bersama semuanya jangan tebang pilih,” terang Munadi

Kericuhan Pemuda Pancasila dengan Satpol PP Warnai Penertiban PKL di Probolinggo
Suasana penertiban PKL dan parkir liar di area Alun-alun Kota Probolinggo. (Foto : Raphel/Narasinews.id)

Narasinews.id, PROBOLINGGO – Razia gabungan yang melibatkan Satpol PP, TNI, dan Polri dalam rangka penertiban PKL dan parkir liar di area Alun – alun Kota Probolinggo diwarnai dengan kericuhan. Di mana warga yang tergabung di LSM Pemuda Pancasila, dan paguyuban PKL ini tak terima dagangannya ditertibkan.

Memang sebelumnya Wali Kota Probolinggo, Habib hadi Zaenal Abidin sudah merevitalisasi RTH tersebut. Bahkan sudah dibangun juga Pujasera di area tersebut, namun dari adanya Pujasera yang berdiri dua lantai tersebut hingga kini masih berfungsi kurang maksimal.

Bahkan semenjak diresmikannya pada 8 April 2023 kemarin, hingga saat ini lantai dua pujasera tersebut terlihat sepi pedagang.

Di mana yang seharusnya Pujasera tersebut, diisi oleh PKL yang sebelumnya berjualan di sisi selatan Alun-alun. Alih-alih membuat wajah RTH tersebut terlihat semakin bersih, namun malah semakin terlihat banyaknya PKL dan parkir liar di area yang tidak ditentukan oleh pemerintah.

Oleh sebab itu, Satpol PP Kota Probolinggo, berupaya menertibkan PKL dan Parkir liar yang kian menjamur tersebut. Namun ternyata upaya tersebut, tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Di mana pelaku parkir liar yang mengenakan seragan LSM Pemuda Pancasila, dan Paguyuban PKL tak terima jika mereka ditertibkan. Mereka menilai jika tindakan pemerintah tersebut tebang pilih pada rakyat.

“Kenapa kita digusur, jika memang mau menertibkan, ayo kita tertibkan bersama semuanya jangan tebang pilih,” terang Munadi sebagai ketua Paguyuban PKL, Selasa (2/5/2023) sore.

Bahkan dirinya sempat tersulut emosi, hingga menantang adu jotos Kasatpol PP Kota Probolinggo, Pujo Agung Wibowo.“Pujo Ja****, ayo kon duel ambek aku koen,” ungkapnya, sebari berteriak.

Beruntung emosi masyarakat dapat diredam oleh petugas, dengan memberi penjelasan dan menuruti mau para pedagang dan LSM. Untuk menertibkan secara keseluruhan dan tidak tebang pilih.

“Kita disini jualan sudah bertahun – tahun pak, bukan baru sebulan dua bulan, kenapa kita ditertibkan, jika memang ditertibkan, ya harus ada kebijakan lain buat kita, kita disini cari makan, cari sesuap nasi pak,” ujarnya.

Tak hanya itu, pelaku parkir liar berseragam LSM tersebut juga turut ditertibkan. Menurut pemerintah, parkir di seluruh wilayah Kota Probolinggo ini harusnya dikelola sepenuhnya oleh Dishub.

“Sudah jelas ya di dalam perda, jika parkir di wilayah kota ini harus dibawah naungan Dinas Perhubungan, jika ada oknum selain yang berseragam parkir resmi dari pemerintah, ya kita anggap itu pungli,” tutur Pujo.

Alhasil, usai terjadi perdebatan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut. Akhirnya Satpol PP berhasil mengarahkan para PKL liar dan parkir liar yang ada, agar segera berkemas membawa barang – barangnya pergi jikalau tidak mau dagangannya disita oleh petugas.

“Kita datang kemari ini kan ya secara humanis, tidak seenaknya menggusur menyita, tidak, kita disini juga memperingatkan, jika tidak mau dagangannya disita ya silahkan kemasi sendiri dan segera pergi dari area ini,” imbuhnya.

Pujo juga berharap, jika nantinya PKL dan parkir liar ini tidak hanya tertib pada hari ini saja.“Ini berlaku untuk hari ini besok dan seterusnya ya,”pungkasnya. (*) 

*Reporter : Raphel | Editor : Fathur Rozi