Jual Kendaraan di Medsos, 4 Warga Jember Malah Ditangkap Polisi

“Keempat pelaku ini berhasil kita amankan pada 22 Juni 2023 kemarin di Kabupaten Jember. Kita berpura-pura sebagai pembeli yang memang oleh palku dijual melalui media sosial Facebook,” terang AKBP Wadi Syabani

Jual Kendaraan di Medsos, 4 Warga Jember Malah Ditangkap Polisi
Pelaku pencurian digelandang ke kantor polisi setelah kendaraan hasil kejahatan diposting di Facebook. (Foto: Raphel/Narasinews.id)

PROBOLINGGO, NARASINEWS.ID - Empat pria asal Kabupaten Jember ditangkap polisi setelah meposting jualannya di Facebook. Ia digelandang ke kantor polisi karena kendaraan bermotor yang mereka jual terbukti hasil tindak pidana pencurian. Sepeda motor yang diposting untuk dijual itu diambil dari rumah Nur Azizah, warga Kelurahan Kelurahan Kedupok, Kota Probolinggo. 

Kapolres Probolingo Kota, AKBP Wadi Syabani, mengatakan keempat pelaku berinisial VK (24), AS (42), SA (50), dan SY (54). Para pelaku ini melancarkan aksinya di rumah Nur Azizah ketika tengah malam dengan cara mencongkel jendela rumahnya.

“Keempat pelaku ini berhasil kita amankan pada 22 Juni 2023 kemarin di Kabupaten Jember. Kita berpura-pura sebagai pembeli yang memang oleh palku dijual melalui media sosial Facebook,” terangnya pada Sabtu (1/7/2023).

Dari keempat pelaku, aparat kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain sebuah BPKB sepeda motor milik korban, dan 6 unit sepeda motor hasil curian.

“Memang setelah kita menerima laporan dari korban, kita langsung mengerahkan seluruh aparat kepolisian untuk lebih memperketat keamanan, dan inilah hasil dari patroli cyber inilah kita berhasil menangkap pelaku,” tambahnya.

Setelah dilakukan profiling, akhirnya para pelaku diminta untuk mengirim lokasi yang ditentukan. Saat itulah para sindikat tersebut berhasil diamankan, dan pelaku menjual barang hasil curiannya seharga Rp. 6 juta.

Atas perbuatannya, keempat pelaku dijerat pasal 363 ayat 5 KUHP, dan pasal 480 KUHP atas tindak pencurian dan pemberatan. Ancaman hukuman 7 tahun penjara.

“Sedangkan untuk SA yang dijerat pasal 480 KUHP sebagai penadah barang hasil curian dengan hukuman maksimal 4 tahun penjara,” tandasnya. (*) 

*Reporter: Raphel | Editor: Izzul Muttaqin