Gelar Soft Launching, Bitwewe Siap Ramaikan Pasar Aset Kripto Indonesia

Sebagai persyaratan yang diwajibkan, Bitwewe juga telah mengantongi sertifikat ISO/IEC 27001:2013 dan terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Kemenkominfo dan juga telah memiliki kerjasama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.

Gelar Soft Launching, Bitwewe Siap Ramaikan Pasar Aset Kripto Indonesia
Jajaran PT Sentra Bitwewe Indonesia foto bersama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri. (Foto : Nanda/Narasinews.id)

Narasinews.id, JAKARTA - PT Sentra Bitwewe Indonesia sebagai Calon Pedagang Aset Fisik Kripto menggelar kegiatan soft launching, Kamis (6/4/2023). Kegiatan itu dilakukan setelah mengantongi izin dari Bappebti No. 001/BAPPEBTI/CPFAK/02/2023 tanggal 6 Februari 2023 dan siap meramaikan pasar aset kripto di Indonesia.

Sebagai persyaratan yang diwajibkan, Bitwewe juga telah mengantongi sertifikat ISO/IEC 27001:2013 dan terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Kemenkominfo dan juga telah memiliki kerjasama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri.

Bitwewe juga memastikan aspek keamanan sarana dan prasarana transaksi yang telah disiapkan guna memberikan perlindungan, kemudahan dan kenyamanan bagi para nasabah.

Selain itu, Bitwewe juga memberikan layanan kepada nasabah yang akan dimulai setelah grand launching sekitar awal Mei 2023 dan untuk tahap awal Bitwewe akan melayani perdagangan 6 (enam) koin utama dunia yaitu Bitcoin, USDT (Tether), Ethereum, Binance Coin, Litecoin dan Cardano. Nantinya Bitwewe juga akan menerbitkan koin yang akan menambah perbendaharaan jumlah koin anak bangsa.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) juga merilis laporan terbaru bahwa total jumlah investor kripto di Indonesia mencapai 16,99 juta orang hingga Februari 2023 dimana jumlah tersebut bertambah sekitar 13.000 orang dibandingkan pada Januari 2023 lalu.

Nilai transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia juga meningkat sejak awal tahun 2023 yang mencapai Rp 13,8 triliun tercatat di bulan Februari 2023. Jumlah tersebut meningkat 13,7% dibandingkan pada bulan Januari 2023 yang hanya sebesar Rp 12,14 triliun. (*) 

*Reporter : Nanda | Editor : Fathur Rozi