Tangis Haru Orang Tua Pecah di Festival Gandrung Sewu Banyuwangi

"Saya bangga sekali dengan penampilan putri saya, sungguh luar biasa bisa menari kompak seperti itu, awalnya saya kesulitan mencari putri saya, tapi akhirnya ketemu," kata Nurhayati sambil berlinang air mata, Sabtu (30/10/2022).

Tangis Haru Orang Tua Pecah di Festival Gandrung Sewu Banyuwangi
Ribuan penari gandrung menampilkan aksinya di acara Festival Gandrung Sewu yang di gelar di Pantai Marina Boom, Banyuwangi. (Foto : Habibi/Narasinews.id)

Narasinews.id, BANYUWANGI - Tari Kolosal Gandrung Sewu 2022 tampaknya menjadi salah satu wahana kreativitas pelajar. Khususnya dalam menerapkan bakat dan minat menjadi penari top dan berkelas.

Usai gelaran Gandrung Sewu di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, ribuan penari gandrung langsung diserbu orang tua masing-masing, tangis haru mereka tumpah ruah usai menyaksikan moleknya penampilan putra-putrinya.

Seperti yang dialami Nurhayati, ibunda dari salah satu penari gandrung dari SDN 1 Kampunganyar, Kecamatan Glagah, Ainur Dwi Putri Zahratunnisa.

Dia menyebut sebetulnya cukup sulit membedakan antara putri kandungnya bersama penari lainnya, sebab tatanan busana yang sama ditambah maka up yang hampir sama, semua satu arah menjelma menjadi penari gandrung asli Bumi Blambangan.

"Saya bangga sekali dengan penampilan putri saya, sungguh luar biasa bisa menari kompak seperti itu, awalnya saya kesulitan mencari putri saya, tapi akhirnya ketemu," kata Nurhayati sambil berlinang air mata, Sabtu (30/10/2022). 

Namun, sebelum penampilan putrinya bersama 1.284 penari lainnya, Zahra sempat memberi tahu, dimana posisi dia tampil dan apa saja jenis tarian yang disuguhkan.

"Saya cerita ke Ibu kalau saya menari di sebelah mana, pokoknya senang sekali bisa jadi bagian dari gandrung sewu ini," ungkap Zahra.

Zahra mengatakan jika cukup kompleks segala bentuk persiapan menuju gelaran gandrung sewu. Selain waktu dan tenaga, ia juga membawa nama baik Sekolah dan Kabupaten Banyuwangi, betapa tidak, ribuan penonton yang memadati lokasi gandrung sewu tidak semua berasal dari Banyuwangi.

"Awalnya sempat takut, tapi saat tahap seleksi hingga latihan saya semakin yakin kalau penampilan kami tidak mengecewakan, bismillah kita bisa," pungkas Zahra. (*) 

*Reporter : Habibi | Editor : Fathur Rozi