Malang Plaza Hangus Terbakar, Wali Kota Malang Bakal Buka Posko Pengaduan

"Pemkot Malang akan membuka posko pengaduan untuk mendapatkan informasi tentang siapa saja yang terdampak dalam peristiwa ini," ujar Sutiaji

Malang Plaza Hangus Terbakar, Wali Kota Malang Bakal Buka Posko Pengaduan
Wali Kota Malang, Sutiaji bersama Forkompinda meninjau lokasi kebakaran Malang Plaza. (Foto : Suseno/Narasinews.id)

Narasinews.id, MALANG - Usai kebakaran hebat yang menimpa Malang Plasa pada dini hari tadi, Wali Kota Malang, Sutiaji merespon cepat dan langsung turun ke lokasi kebakaran untuk meninjau plaza tertua di Kota Malang tersebut, Selasa (2/5/2023). 

Rencananya Pemerintah Kota Malang akan membuka posko pengaduan bagi para korban yang terdampak. "Pemkot Malang akan membuka posko pengaduan untuk mendapatkan informasi tentang siapa saja yang terdampak dalam peristiwa ini," ujar Sutiaji kepada awak media. 

Saat ini, lanjut Sutiaji, masih dilakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada kobaran api. "Jadi secara fisik sudah selesai dilakukan pemadaman, tetapi masih dilakukan pendinginan. Karena di sisi selatan kan ada pemukiman padat pertokoan dan itu memang harus benar-benar dipastikan agar tidak merembet ke samping belakang," bebernya.

Sutiaji mengungkapkan, untuk penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak Kepolisian. "Penyebab sementara sih katanya di lantai tiga ada pertokoan sama servis handphone yang paling banyak di situ. Diduga sementara masih belum tahu. Tapi awal api muncul di lantai tiga," tandas orang nomor satu di Kota Malang ini.

Sementara itu, Petugas Pemadam Kebakaran Kota Malang, Sunarko mengatakan, bahwa pihaknya mendapatkan kabar adanya peristiwa kebakaran ini sekitar pukul 00.00 WIB. "Jam 12 malam sudah ada telepon dan saat kami terjun ke lokasi. Saat itu percikan api berasal dari lantai atas hingga yang belakang sana di tempat konter handphone dan dugaan sementara dari peristiwa kebakaran ini saya belum tahu," jelas Sunarko.

Sunarko menambahkan, mobil Pemadam Kebakaran yang dikerahkan semua ada 8 armada itu dari Pemkot Malang. "Sedangkan dari Kabupaten Malang 5 armada, dari Bentoel 1 unit dan dari DLH Kota Malang 1 unit," tutup Sunarko.

Di sisi lain, Direktur Utama Malang Plaza, Laurencia Ike Anggriani dan beberapa pemilik konter handphone enggan dimintai keterangan. Terlihat raut kesedihan dan shock seolah tidak percaya bahwa plaza tertua di Kota Malang ini habis dilalap si jago merah. (*) 

*Reporter : Suseno | Editor : Fathur Rozi