Indahnya Menjelajahi Glenmore-Kalibaru, Menikmati Hamparan Perkebunan Kopi dan Kakao.

"Wilayah Glenmore dan Kalibaru menjadi destinasi wisata yang akan kami kembangkan secara masif," kata Ipuk

Indahnya Menjelajahi Glenmore-Kalibaru, Menikmati Hamparan Perkebunan Kopi dan Kakao.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas meluncurkan paket wisata GLENBARU yang menawarkan pesona perkebunan kopi dan kakao. (Habibi/Narasinews.id).

Narasinews.id, BANYUWANGI - Sumber Daya Alam di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur memang tak ada habisnya. Selain membantu menumbuhkan ekonomi masyarakat perkebunan di wilayah Kecamatan Glenmore dan Kalibaru, hamparan pohon kopi dan kakao juga tampak menyegarkan mata, bagi siapapun yang berkunjung di Bumi Blambangan. 

Tak heran, baru-baru ini Pemkab Banyuwangi terus mendorong munculnya destinasi-destinasi wisata baru. Terbaru, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meluncurkan paket wisata GLENBARU yang menawarkan sensasi menjelajah dua kecamatan, Glenmore dan Kalibaru tersebut.

Paket wisata ini buah kerja sama antara pemkab dan asosiasi travel agent Banyuwangi. Jelajah eksotisme perkebunan serta situs-situs bersejarah menjadi sajian utama dalam paket tersebut.

Perkebunan yang bisa dijelajahi di sana meliputi kebun kakao dan kopi. Panorama serba hijau dengan pemandangan bukit dan Gunung Raung bakal memanjakan mata para pelancong. Wisatawan juga bakal diajak ke Doesoen Kakao di Kecamatan Glenmore, tempat pengolahan cokelat yang dikelola oleh PTPN XII. 

Di sana, mereka bisa melihat pengolahan kakao dari hulu hingga hilir. Termasuk mengenal kakao edel, salah satu varian kakao terbaik dan termahal di dunia.

Selain itu, wisatawan juga akan diajak untuk mengeksplorasi peternakan sapi perah dan produksi keju di Pusat Edukasi Sapi Perah di Kalibaru. Pengunjung bisa seru-seruan memerah susu langsung dari sapi-sapi di peternakan. Sekaligus mencicip produk olahannya berupa minuman susu dan keju mozzarella.

Tak hanya itu, pengunjung juga akan diajak untuk mengeksplorasi situs-situs bersejarah. Salah satunya situs Antaboga, tempat beribadah beragam jenis agama yang terletak di lereng Gunung Raung. Ada juga tempat perkebunan Jatirono dan Turbin yang merupakan perkebunan kuno zaman Belanda.

Tak berhenti di sana, puluhan destinasi lain, baik destinasi wisata alam maupun budaya, turut menjadi tempat jujukan dalam tur paket wisata Glenbaru.

"Wilayah Glenmore dan Kalibaru menjadi destinasi wisata yang akan kami kembangkan secara masif," kata Ipuk, saat peluncuran Paket Wisata Glenbaru bersama Direktur PTPN XII Peni Siwi di Doesoen Kakao, Kecamatan Glenmore, Minggu (12/3/2023)

Peluncuran juga turut dihadiri para agen perjalanan, kelompok sadar wisata wilayah Glenmore-Kalibaru, dan pejabat PTPN XII.

Menurut Ipuk, paket wisata Glenbaru akan melengkapi destinasi gunung dan pantai yang sudah lebih dulu eksis di Banyuwangi.

Direktur PTPN XII Peni Siwi memastikan PTPN akan mendukung program pengembangan wisata yang digagas pemerintah daerah.

"Apa saja yang bisa digali dari PTPN XII untuk membangkitkan pariwisata di Banyuwangi, kami siap mendukung. Ini untuk menumbuhkan ekonomi dan UMKM," kata Peni.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banyuwangi MY Bramuda menambahkan, wisata Glenbaru ditawarkan dengan paket tiga hari dua malam dengan tarif mulai dari Rp 1 juta per orang. Paket itu sudah termasuk biasa makan-minum kuliner khas dan biaya menginap di hotel.

Menurut Bramuda, wilayah Glenmore-Kalibaru sebenarnya memiliki banyak potensi wisata. Hanya saja, setiap destinasi bergerak parsial. Dengan ditawarkan dalam bentuk paket, ia berharap destinasi di dua kecamatan itu akan lebih menarik bagi wisatawan. Selain itu, paket wisata juga mempermudah pelancong untuk mengunjungi sebanyak mungkin destinasi dalam waktu yang efisien.

"Glenmore dan Kalibaru ini kalau dieksplorasi akan menarik bagi dunia wisata. Wisatawan mancanegara dan lokal yang senang dengan sensasi berlibur yang membaur dengan alam, yang senang healing di perkebunan dan situs sejarah, pasti akan menyukainya," tambah dia. (*) 

*Reporter : Habibi | Editor : Fathur Rozi