Diduga Penjaga Tertidur, Tujuh Tahanan Polres Pasuruan Kabur

"Lima tersangka kasus narkoba ini adalah Misdani, warga Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi; Jainullah, warga Kurung, Kecamatan Kejayan, Pasuruan; M Hafid, warga Sapulante, Kecamatan Pasrepan, Pasuruan; M Muchid, warga Kalianyar, Kecamatan Bangil, Pasuruan dan Jumadi, warga Kedungpengaron, Kecamatan Kejayan," terang Kapolres Pasuruan, AKBP Bayu Pratama Gubunagi.

Diduga Penjaga Tertidur, Tujuh Tahanan Polres Pasuruan Kabur
Kapolres Pasuruan, AKBP Bayu Pradana Gabunagi, memberikan keterangan pers kepada awak media. (Foto : Raphel/Narasinews.id)

Narasinews.id, PASURUAN - Tujuh tahanan Polres Pasuruan kabur, Minggu (01/01/2022) dini hari. Kejadian tersebut diduga akibat tiga penjaga ruang tahanan yang sedang bertugas tertidur. 

Kapolres Pasuruan, AKBP Bayu Pratama Gubunagi, mengatakan tujuh tahanan yang kabur itu berada di satu sel. Di mana lima diantaranya merupakan tersangka kasus Narkoba dan dua lainnya kasus pencurian dengan pemberatan (Curat). 

"Lima tersangka kasus narkoba ini adalah Misdani, warga Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi; Jainullah, warga Kurung, Kecamatan Kejayan, Pasuruan; M Hafid, warga Sapulante, Kecamatan Pasrepan, Pasuruan; M Muchid, warga Kalianyar, Kecamatan Bangil, Pasuruan dan Jumadi, warga Kedungpengaron, Kecamatan Kejayan," terangnya.

Sementara itu, dua tersangka Curat yakni, Sugiarto, warga Kalipucang, Kecamatan Tutur, dan Dedi Yongki, warga Maron, Kabupaten Probolinggo. Berdasarkan informasi, mereka kabur dengan cara menggergaji terali besi sel tahanan. 

"Dari keterangan petugas yang jaga saat itu pada pukul 01.00 WIB, mereka masih mendapati pelaku di ruangannya. Namun diketahui pada pukul 04.00 WIB, mereka sudah tidak di tempat. Seharusnya memang pengecekan tahanan dilakukan secara periodik. Yakni 30 menit sekali atau satu jam sekali, akan tetapi itu tidak dilakukan,” tambahnya.

Usai memotong terali besi sel tahanan, mereka kabur melalui ventilasi udara yang ada di ruang blok. Diduga mereka saling membantu untuk memanjat dinding tersebut agar bisa keluar dari area Polres Pasuruan. 

"Di dalam ini kan ada enam blok tahanan. Tiga di sisi timur dan tiga lainnya di sisi barat. Dua sisi itu berisi 30 orang, nah para tahanan yang kabur tersebut merupakan salah satu blok yang berada di sisi barat. Karena memang di di blok sisi barat ini ada akses untuk keluar. Sedangkan lainnya tidak ada bahkan jauh," tutur Kapolres.

Hingga saat ini aparat kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap tujuh tahanan yang kabur tersebut. "Kita sudah membentuk tim Opsnal gabungan dari Reskrim, Narkoba dan Intel untuk upaya pengejaran. Semoga saja mereka bisa segera kami tangkap kembali. Sedangkan untuk petugas jaga, kami pastikan juga akan memberikan sanksi tegas," tandasnya. (*)

*Reporter : Raphel | Editor : Fathur Rozi