Bupati Situbondo Loby Menteri BUMN agar PG Panji Tak Ditutup

"Sebetulnya PG Panji jadwalnya tahun ini (2023 -red) sudah ditutup. Kenapa tidak ditutup? Karena saya langsung menyampaikan kepada Menteri BUMN Pak Erick Thohir.

Bupati Situbondo Loby Menteri BUMN agar PG Panji Tak Ditutup
Karyawan PG Panji, Sujiari menyampaikan keluhannya kepada Bupati Situbondo terkait banyaknya tebu yang dikirim ke luar daerah. (Foto : Dokpim Situbondo for Narasinews.id)

Narasinews.id, SITUBONDO - Bupati Situbondo, Karna Suswandi meloby Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir agar Pabrik Gula (PG) Panji tidak ditutup. Hal tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri audiensi dengan kaum buruh di Kantor Dinas Ketenagakerjaan Situbondo, Senin (1/5/2023). 

Tujuan dari pertemuan tersebut dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day). Sekaligus menyerap aspirasi kaum buruh. 

"Sebetulnya PG Panji jadwalnya tahun ini (2023 -red) sudah ditutup. Kenapa tidak ditutup? Karena saya langsung menyampaikan kepada Menteri BUMN Pak Erick Thohir. 

Namun begitu, pria yang akrab disapa Bung Karna ini tidak memberitahu ke siapapun. "Tetapi saya tidak pernah menyampaikan kepada para buruh. Pak Sekda pun tidak saya beri tahun, Pak Kadisnaker juga," tambahnya.

"Saya tanya ke Pak Erick, Pak apa benar PG Panji akan ditutup. Kayaknya sih begitu, kata Pak Erick. Saya mohon Pak Erick untuk tidak ditutup," beber Bupati disambut dengan riuh tepuk tangan para buruh. 

"Kenapa pemerintah membangun pabrik gula di tempat yang tebu nya sedikit. Saya mohon Pak Erick pabrik gula Panji jangan ditutup," kata Bupati waktu bertemu dengan Erick Thohir.

Lebih jauh, Bupati juga sudah mengumpulkan para APTR agar tebu di Situbondo tidak keluar ke kabupaten/kota lain. Sehingga bahan baku gula tetap ada, dengan begitu PG-PG yang ada di Situbondo tetap bisa beroperasi sebagai mana mestinya. 

"Saya panggil mereka semua ke Pendapa. Harapannya harga tebu bisa naik, sehingga tebu di sini tidak lari ke mana-mana. Karena kita juga tidak punya kekuatan yang cukup untuk mengatur agar tebu-tebu ini tidak keluar kota," bebernya. 

Sementara itu, Sujiari, karyawan di PG Panji, meminta kepada Pemerintah Daerah untuk serius menyikapi banyaknya tebu-tebu di Situbondo yang dikirim ke luar daerah. "Tolong pemangku kebijakan di Situbondo ini memperhatikan ini, masih bayak tebu-tebu yang dikirim ke luar Situbondo. Padahal sebentar lagi semua PG akan memasuki musim giling," ucapnya. 

Sujiari melanjutkan, bila tebu-tebu dari petani Situbondo dikirim ke luar daerah, maka PG-PG di Situbondo bisa kekurangan bahan baku. "Dampaknya apa, banyak PG yang tutup karena tidak adanya pasokan tebu. Seperti PG Olean," pungkasnya. (*/adv) 

*Reporter : Fathur Rozi