Dirjen Dukcapil Puji Layanan Disdukcapil Kota Bandung

"Disdukcapil Kota Bandung pun mencapai target yaitu akta kelahiran 99,8 persen dari target nasional 2023 yaitu 98 persen. Sedangkan target lainnya terus diupayakan agar dapat mencapai target nasional," kata Teguh.

Dirjen Dukcapil Puji Layanan Disdukcapil Kota Bandung
Dirjen Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi berbincang dengan pegawai Disdukcapil Kota Bandung. (Foto : Nanda/Narasinews.id)

Narasinews.id, BANDUNG - Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Teguh Setyabudi, memuji pelayanan yang diberikan Dinas Dukcapil Kota Bandung. Hal itu disampaikannya saat mengunjungi Kantor Dinas Dukcapil Kota Bandung usai mewakili Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jawa Barat (Jabar) 2024, Selasa (21/3/2023).

Kunjungan Teguh tersebut dalam rangka melakukan pembinaan dan memantau langsung pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) di Kota Bandung.

Teguh menilai, pelayanan adminduk yang diberikan Disdukcapil Kota Bandung di bawah pimpinan Kepala Dinas Tatang Muchtar sudah bagus dengan menerapkan layanan satu hari selesai (One Day Service). Teguh juga melihat Dinas Dukcapil Kota Bandung menyediakan layanan tanpa turun (Lumpat atau Drive Thru) untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan dengan waktu relatif singkat.

"Disdukcapil Kota Bandung pun mencapai target yaitu akta kelahiran 99,8 persen dari target nasional 2023 yaitu 98 persen. Sedangkan target lainnya terus diupayakan agar dapat mencapai target nasional," kata Teguh.

Teguh mengapresiasi berbagai inovasi pelayanan yang diberikan Dinas Dukcapil Kota Bandung. Inovasi itu di antaranya ‘Salaman' (Selesai Dalam Genggaman) yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam mengajukan akta, Kartu Identitas Anak (KIA), dan surat pindah secara online.

Kemudian 'Mepeling' (Memberikan Pelayanan Keliling) yakni layanan jemput bola berkeliling dengan menggunakan mobil layanan. Program itu dilakukan dengan mengunjungi sekolah, madrasah, kampus, panti asuhan/jompo, rumah sakit/fasilitas kesehatan, lapas/rutan, pusat perbelanjaan, dan lainnya. Ada pula 'Bi Eha' (Bisa euy Hebat) dan 'Mang Udin' (Mangga Urus Identitas Kependudukan), yaitu inovasi pemberian layanan pengurusan dokumen adminduk ke tempat pemohon berkebutuhan khusus seperti lansia, sakit keras, dan difabel.

Inovasi berikutnya yaitu 'Geulis' (Gerai Layanan Untuk Istimewa) yang merupakan program untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat dengan membuka gerai di berbagai lokasi, seperti di mal, Kantor DPRD, mal pelayanan publik, dan lokasi lainnya.

Kemudian layanan Delivery Service, yakni pengantaran dokumen seperti akta kelahiran dan KTP sampai ke rumah penduduk. Program ini bekerja sama dengan PT Pos Indonesia, serta 'Jalan Ramah' (Jasa Layanan Antar ke Rumah) berkolaborasi dengan Gojek dan memanfaatkan fitur GoSend untuk mengantarkan dokumen KIA langsung ke rumah pemohon.

Dalam berbagai kesempatan, lanjut Teguh, Mendagri selalu mendorong jajaran Direktorat Jenderal (Ditjen) Dukcapil di mana pun agar proaktif memaksimalkan pelayanan adminduk bagi siapa pun dan di mana pun penduduk Indonesia berada.

"Kita harus memastikan semua penduduk tanpa kecuali dan diskriminasi tercatat semuanya dalam database penduduk. Ini menjadi tugas besar Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri," ujar Teguh mengingatkan pesan Mendagri. (*) 

*Reporter : Nanda | Editor : Fathur Rozi