Dinilai Kurang Komunikatif, Plt Bupati Probolinggo Dikritik Awak Media

"Saya pernah mengalami kesulitan ketika hendak mengambil gambar dan statement pihak RSUD Waluyo Jati Kabupaten Kraksaan. Itu saya alamin ketika terjadi peristiwa jembatan ambrol kemarin. Masak iya saya dipersulit oleh Wakil Direktur RSUD tersebut,’’ ujar Dicko Wicahyo.

Dinilai Kurang Komunikatif, Plt Bupati Probolinggo Dikritik Awak Media
Plt Bupati Probolinggo, Timbul Prihanjoko (tengah) menghadiri acara temu media yang digelar Pemkab Probolinggo. (Foto : Raphel/Narasinews.id)

Narasinews.id, PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menggelar acara temu media, Jumat (2/12). Acara tersebut berlangsung di Guess House, Belakang Alun-alum Kraksaan. Tujuannya untuk mempererat silaturahmi pemerintah daerah dengan awak media. 

Dalam acara itu, salah satu awak media, Dicko Wicahyo, mengeluhkan sulitnya meminta data atau keterangan narasumber untuk kebutuhan pemberitaan. "Saya pernah mengalami kesulitan ketika hendak mengambil gambar dan statement pihak RSUD Waluyo Jati Kabupaten Kraksaan. Itu saya alamin ketika terjadi peristiwa jembatan ambrol kemarin. Masak iya saya dipersulit oleh Wakil Direktur RSUD tersebut,’’ ujarnya, Sabtu (3/122022). 

Sehingga Dicko mengeluarkan kartu keanggotaannya sebagai anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), namun masih saja dipersulit. Tidak hanya itu, dirinya juga membeberkan jika pihak rumah sakit sangat tidak komunikatif.

‘’Saya bermaksud menggali informasi pada salah satu OPD melalui telephone, namun upaya saya selalu tidak memuaskan. Bahkan telpon saya tidak pernah diangkat,’’ tambahnya.

Dirinya menjelaskan jika upaya para jurnalis menghubungi pihak terkait adalah untuk mencari informasi yang benar dan akurat. Tujuannya agar pemberitaan yang dihasilkan bisa berimbang. 

Sementara itu, Plt Bupati Probolinggo, Timbul Prihanjoko, menjelaskan ia tidak pernah menginstruksikan jajanan OPD untuk mempersulit awak media dalam menggali informasi. Bahkan dia mengaku tidak keberatan untuk memberi informasi pada awak media.

‘’Saya tidak pernah merasa keberatan, namun untuk tata cara menggali informasi awak media ini harus sesuai dengan kode etik seorang jurnalis ya. Karena meskipun begitu kan tidaklah semua permasalahan atau informasi di beberkan secara gamblang pada media. Oleh sebab itu, inilah gunanya kita mengadakan acara tersebut, sehingga kita bisa saling mengevaluasi,’’ bebernya. (*)

*Reporter : Raphel | Editor : Fathur Rozi