Dari Situbondo Hanya Rio Calon yang Diundang Ta’arruf dengan Ketum PKB

Dari Situbondo Hanya Rio Calon yang Diundang Ta’arruf dengan Ketum PKB
Akrab: Mas Rio dan Gus Halim foto bersama pada acara pertemuan dengan petinggi DPP PKB di Surabaya. (Foto: Rio for Narasinews.id)

NARASINEWS.ID – Sosok Rio Patenang nampaknya memiliki tempat Istimewa di hati para petinggi PKB. Terbukti, dari sekian banyaknya tokoh yang digadang-gadang akan maju menjadi Kepala Daerah Situbondo, hanya Rio-lah yang diundang untuk bertemu dan berta’arruf dengan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar.

 

Padahal di daerah-daerah lain, jumlah tokoh yang diundang untuk hadir pada acara yang diselenggarakan di Surabaya itu rata-rata lebih dari satu orang. Jember misalnya, Bupati Hendy dan Bu Faidah sama-sama diundang. Untuk Kabupaten Bondowoso, tokoh yang diundang sebanyak tiga orang, salah satunya Ra Hamid. Sementara Banyuwangi ada sembilan orang. Namun di Situbondo, yang memiliki ticket untuk berta'arruf dengan Cak Imin (sapaan akrab Ketum PKB- red) hanyalah Rio.

“Itu ta’aruf calon kepala daerah dengan pengurus DPP PKB Bersama Ketum Muhaimin Iskandar. Jadi prosesinya itu ya disampaikan arahan-arahan dari Ketum, kemudian nanti ada sesi foto bareng dengan Ketum, dan itu agenda DPP PKB. Dan alhamdulillah saya mewakili Situbondo satu-satunya,” ungkap Rio penuh syukur, Senin (6/5/2024).

 

Menurut Rio, hal tersebut merupakan suatu keistimewaan dan dirinya merasa sangat terhormat. pria “Saya datang bersama Ketua DPC PKB, Lora Ali Yafi,” ucapnya.

DItanya lebih lanjut soal tiket dari PKB, kata pria yang akrab dengan jargon Patenang ini, pihaknya siap untuk sami’na wa atho’na. “Yang penting kita ikhtiar. Apakah itu pasti dapat tiket? Sejauh ini iya. Tapi kan kita gak tahu nanti seperti apa,” ujarnya.

Pada prinsipnya, kata Rio, dirinya siap dicalonkan, siap mencalonkan, siap kalah, dan siap menang. Bahkan Rio juga siap tidak dicalonkan.

“Kita tahu bahwa di Situbondo PKB identic dengan kultur. PPP juga identik dengan kultur. Saya pesan kepada siapapun yang ingin berangkat dari partai kultur harus siap, bungkol (bulat atau utuh -red). Tak olle naming dhibik (tidak boleh ngatur sendiri - red),” tuturnya.

Karena menurut Rio, perikatan di partai kultur bukan hanya persoalan politik belaka, namun ada perikatan yang lebih tinggi, yakni moralitas. Sehingga segala sesuatunya harus dijaga dengan baik.

“Kadang-kadang kita tidak nogghe (sampai -red) urusan itu. Tapi itu yang saya tahu,” ucapnya.Selain Cak Imin, Mas Rio di acara tersebut juga bertemu dengan orang penting lainnya. Di antaranya Gus Halim, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonsia.