BerandaPeristiwa DaerahWarga Desak Perangkat Desa Darsono Segera Edarkan Ribuan SPPT PBB 2022

Warga Desak Perangkat Desa Darsono Segera Edarkan Ribuan SPPT PBB 2022

Narasinews.idJEMBER – Puluhan warga Desa Darsono, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, mendesak perangkat desa untuk segera mengedarkan surat pemberitahuan pajak terutang pajak bumi dan bangunan (SPPT-PBB) tahun 2022. Sebab dari SPPT PBB itulah mereka bisa mengetahui uang pajak yang dipungut perangkat desa melalui kepala dusun (Kasun) benar-benar sampai ke pihak terkait atau tidak.

Salah satu warga, Edi mengatakan, pada SPPT PBB 2022 tidak hanya tercantum tagihan pajak tahun ini saja. Melainkan juga tertera pajak terutang yang harus dibayar.

“Soalnya saya setiap tahun selalu bayar lunas. Jadi kalau nanti di SPPT PBB 2022 masih tertera beban tagihan lama, berarti patut diduga ada oknum yang mempermainkan uang pajak itu,” ucapnya kepada Jurnalis Narasinews.id, Jumat (5/8/2022).

Hal senada dikatakan Totok . Baginya, jika uang pajak yang disetorkan ke penagih itu raib, maka masyarakat akan mengalami kendala pada saat tanah miliknya dijual atau hendak balik nama.

“Ujung-ujungnya yang punya tanah disuruh melunasi dulu beban pajak terutang itu. Padahal mereka sudah membayar lunas ke Pak Kasun. Kan jadinya bayar dua kali,” ujarnya.

Secara terpisah, salah satu warga yang sudah mendapatkan SPPT PBB 2022, Misnadi, berharap komitmen perangkat desa untuk memberikan pengawalan agar beban tagihan lama yang tertera di SPPT PBB terbaru dicatat lunas benar-benar dilakukan. Sebagaimana ucapannya yang disampaikan saat pertemuan dengan warga pada 4 Agustus 2022.

“Mereka juga sudah membuat pernyataan tertulis. Makanya kita akan lihat seperti apa hasilnya nanti. Yang jelas saya tidak akan bayar dua kali,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Darsono, Holik, turut merespon keluhan masyarakat.

“Kita akan telusuri dulu apakah kesalahannya ini ada di tingkat desa, kecamatan, atau provinsi. Jika terbukti itu kesalahan desa, maka kami siap ganti rugi. Tapi kalau itu kesalahannya ada di Kecamatan atau provinsi, maka kami akan mengawal sampai catatan utang itu dihapus,” jelasnya.

Holik mengaku, SPPT PBB 2022 hanya keluar sebagian saja. Sedangkan DPOT PBB untuk warga yang lainnya masih belum turun ke desa.

“Nanti kita akan lihat apakah di kecamatan sudah ada atau belum. Kalau di sana sudah ada, langsung saya berikan ke warga,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, warga Desa Darsono di kagetkan dengan adanya tagihan lama yang tertera di SPPT PBB 2022. Padahal mereka sudah bayar lunas tagihan pajak setiap tahunnya.

Sontak mereka merasa keberatan dengan adanya tanggungan lama yang terhitung sejak 2011 hingga 2019 itu. Lantas mereka melakukan aksi protes dengan menggeruduk Kantor Desa Darsono. (nul/liz)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular