BerandaNasionalWabah PMK Merajalela, Peternak Panik, Terpaksa Jual Sapi Murah

Wabah PMK Merajalela, Peternak Panik, Terpaksa Jual Sapi Murah

Narasinews.idLUMAJANG – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang makin merajalela di Kabupaten Lumajang, kian membuat para peternak panik dan khawatir. Mereka bahkan ada yang menjual sapi dengan harga murah. Hingga saat ini tingkat penyebaranya makin tak terbendung.

Data terakhir Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Lumajang, wabah PMK ini telah menyebar pada 10 kecamatan dari 21 kecamatan yang ada, dengan total jumlah ternak yang terpapar sebanyak 337 ekor. Bahkan kasus kematian mencapai 5 ekor.

Panik dengan kondisi sebaran ini, sejumlah peternak terpaksa memilih jalan pintas dengan menjual ternak mereka yang sakit dengan konsekuensi harga murah, seperti yang dilakukan oleh Ain Fitria Lestari warga Dusun Basuki Blok Darungan Desa Nguter Pasirian, yang terpaksa menjual 1 dari 4 ternaknya yang terinfeksi PMK.

“Saya punya sapi 4 ekor, sakit semua jadi yang satu sama bapak terpaksa dijual, ” kata Fitri, di rumahnya, Kamis (14/5/2022).

Pilihan menjual ternak ini sengaja diambil karena takut sapi tiba-tiba mati seperti milik tetangganya dengan konsekuensi harga murah.

“Lakunya sangat murah sekali, kalau sehat bisa laku 18 juta, tapi kemarin cuma laku 12 juta  saja,” pungkasnya.

Pantauan di lapangan, dalam beberapa hari terakhir upaya memutus mata rantai penyebaran virus PMK ini , telah dilakukan petugas terkait dengan cara penyemprotan cairan desinfektan serta pemberian obat seadanya, sambil menunggu vaksin  datang.

Di samping itu, para peternak juga melakukan berbagai upaya diantaranya melakukan karantina ternak, pemberian ramuan tradisional seperti kunyit, air kelapa muda dicampur telur ayam kampung.(hud/ism)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular