BerandaNasionalWabah PMK dan Ujian Kualitas Kerja Plt Kadisnakan Situbondo

Wabah PMK dan Ujian Kualitas Kerja Plt Kadisnakan Situbondo

Narasinews.idSITUBONDO – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Situbondo semakin mengkhawatirkan.

Data dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Situbondo, tercatat jumlah sapi yang suspect PMK hingga 22 Juni 2022, mencapai 1.880 ekor.

Angka tersebut jika dipersentasekan dengan populasi sapi di Situbondo sekitar 1,019 persen. Di mana total populasinya di Kota Santri Pancasila ini mencapai 184.463 ekor.

Hanya saja, tidak semua yang suspect PMK mati. Dari total sapi yang terserang PMK, yang mati sebanyak 4 ekor. Sementara 175 ekor sembuh, dan satu ekor dipotong paksa.

Keadaan tersebut memancing reaksi wakil rakyat di gedung DPRD Situbondo. Salah seorang anggota dewan dari Fraksi PKB, Suprapto, meminta Disnakan lebih transparan. Artinya, mampu bersikap pro aktif dalam membeberkan data ternak yang suspect PMK terhadap masyarakat luas.

Sebab menurutnya, hewan ternak yang suspect PMK jumlahnya bukan hanya 1800-an. Melainkan lebih dari 10 ribu ekor.

“Jangan ditutup-tutupi. Buka data yang sebenarnya kepada rakyat,” ucapnya kepada Jurnalis Narasinews.id, Kamis (23/6/2022).

Suprapto mengatakan, banyak hewan ternak, khususnya sapi, yang mati dengan gejala PMK. “Laporan yang saya terima yang mati sudah lebih dari 100 ekor. Dengan ciri-ciri panas tinggi dengan suhu di atas 40 derajat, mengeluarkan air liur yang berlebihan, badan menggigil. Setelah itu di mulutnya muncul bercak-bercak. Itu sudah menandakan bahwa suspect PMK,” tegasnya.

Untuk itu, Legislator Dapil VI ini meminta Bupati Situbondo mencopot Plt Kadisnakan, Kholil, dari jabatannya. Karena dinilai telah gagal dalam menangani wabah PMK di Kota Santri Pancasila.

“Kalau memang dinas itu mengklaim yang mati karena PMK itu hanya 4 ekor, saya sangat tidak setuju. Berarti dinas peternakan itu amburadul. Tidak tahu. Berhenti saja dari jabatannya. Atau Bupati harus mencopot Plt kepala dinasnya. Bilang dari Fraksi PKB,” tuturnya.

Lebih dari itu, Suprapto juga mempertanyakan dana BTT yang diusulkan Disnakan Situbondo untuk penanganan PMK. Di mana jumlahnya hanya Rp1,5 miliar.

“Menurut BPS, ada sekitar 184.000 ribu sapi di Situbondo. Jumlah itu dikali Rp350 ribu. Jadi idealnya itu sekitar Rp64 miliar,” bebernya.

Kadisnakan Situbondo

Sementara, Plt Kepala Disnakan (Kadisnakan) Situbondo, Kholil, mengklaim bahwa tidak semua sapi yang mati terpapar PMK. “Ada yang karena PMK, ada yang tidak. Tergantung diagnosis dari dokter hewan. Yang jelas sudah ada kematian di Situbondo,” pungkas pria berkacamata ini.

Mantan Kepala DLH ini menyampaikan, sejauh ini belum ada obat untuk menyembuhkan sapi yang terpapar PMK. “Sehingga untuk obatnya sejauh ini yang kita berikan seperti antibiotik, antipiretik, dan antiinflamasi,” jelas Kholil. (ros/liz)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular