BerandaNasionalTolak Keras Pertambangan, PC PMII Jember Bersikukuh Kawal RTRW

Tolak Keras Pertambangan, PC PMII Jember Bersikukuh Kawal RTRW

Narasinews.idJEMBER – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC-PMII) Jember, keukeuh menolak pertambangan di Jember. Kamis (9/6/2022), mereka menggelar audiensi dengan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKPCK).

Audiensi bertujuan untuk memusatkan perhatian pada revisi Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah (RTRW) Jember.

Data yang dihimpun, audiensi itu sesuau tanggapan DPRKPCK atas surat yang PMII layangkan sejak 24 Mei 2022 lalu.

Diketahui, dalam audiensi pihak DPRKPCK turut mengundang Tim KLHS, Tim Ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jember.

Ketua Bidang Eksternal PC PMII Jember, Muallim menegaskan, pihaknya menolak segala bentuk pertambangan di Kabupaten Jember. apalagi mencantumkannya pada legal formal RTRW.

“Jember ini harusnya memanfaatkan dan meningkatkan potensi pertanian dan perikanan laut yang ada. Ya, sesuai dengan zonasi kita yang tercantum pada dokumen RPJ dari tingkat Nasional dan provinsi. Jember tidak diperuntukkan pertambangan,” ujarnya pada Jurnalis Narasinews.id, Kamis (9/6/2022).

Dalam audiensi tersebut, kata Muallim, PC-PMII Jember meminta kejelasan atas Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Hal itu dirasa penting karena setiapt izin pertambangan perlu adanya landasan analisis atas lingkungan.

“Jadi di kesempatan yang lalu, Pemkab mengundang kita untuk konsultasi publik (KP) atas Raperda RTRW yang baru. Namun mereka tidak menyuguhkan analisis lingkungan. Malah kenapa mengizinkan pertambangan?. Padahal kita ini zona pertanian dan maritim,” jelasnya.

Mualim juga mendesak Pemkab Jember agar segera menyelesaikan KLHS dengan meminta timeline pengerjaan. Sehingga satu sama lain dapat saling melakukan kontrol.

“Jadi kami meminta ada kejelasan timeline penggarapannya. Sehingga kami juga bisa mengawasi. Agar penyusunan RTRW nantinya harus bebas dari pertambangan. Kami kawal pertimbangan lingkungannya,” ucapnya.

Dalam audiensi, PC-PMII juga mengajukan kesediaan kepada pihak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Tim Ahli yang hadir bersedia menandatangani surat pernyataan untuk tidak merekomendasikan peruntukan pertambangan dalam materi teknis RTRW 2021 -2024. Karena diketahui masih ada tiga titik peruntukan pertambangan yang direkomendasikan oleh Tim Ahli dari ITS.

“Demi menjaga lingkungan dan juga melindungi masyarakat kita yang petani dan nelayan, mereka yang di bawah muncul konflik sosial karena pro kontra tambang. Jadi kami tegas agar Jember bebas pertambangan. Selanjutnya kami mengajukan Surat Pernyataan tidak merencomendasikan pertambangan. Karena dalam analis dan pertimbangan kami, pertambangan masih cenderung merusak lingkungan dan tidak memiliki dampak positif bagi masyarakat. Baik dalam segi ekonomi maupun segi sosial,” tandasnya.

Di sisi lain, Tim Ahli dari ITS, Ivan, mengaku bahwa dalam perspektif konsennya yaitu di bidang ekonomi, pertambangan di Jember hanya akan memberikan keuntungan yang relatif kecil untuk daerah.

“Ya, memang kalau pertambangan, sesuai konsen saya di bidang ekonomi, keuntungannya kecil. Jember ini memang harusnya agropolitan,” ucapnya.

Kepala Bidang Pengawasan dan Tata Bangunan DPRKPCK Jember

Kepala Bidang Pengawasan dan Tata Bangunan DPRKPCK Jember, Rudy menjelaskan, dalam penyusunan Peraturan Daerah (Perda) RTRW 2021-2041, merespon harapan dan masukan dari PC PMII Jember dapat terakomodir. Dan meminta waktu untuk melakukan pembahasan kajian dan analisi yang lebih mendalam lagi untuk menilai apakah tambang dalam tiga titik yang direkomendasikan tersebut benar-benar layak atau tidak. Sehingga dapat mengambil keputusan untuk tetap direkomendasikan atau tidak.

“Kami juga terus mengharap masukan dari teman-teman PMII. Mudah-mudahan semua masukan dalam audiensi tersebut dapat membawa Jember lebih baik nantinya,” pungkasnya. (nul/ros)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular