BerandaNasionalTerlelap, Rudi Hartono Tewas Melepuh Usai Tersiram Air Panas

Terlelap, Rudi Hartono Tewas Melepuh Usai Tersiram Air Panas

Narasinews.idPROBOLINGGO – Seorang anak buah kapal (ABK) kapal motor Bayu Sentosa VI, Rudi Hartono asal Lampung tewas setelah tertimpa teko berisi penuh air panas saat terlelap usai mencari ikan di perairan Arafuru.

Informasi yang digali Narasinews.id, karena kecapekan korban dan rekannya sesama ABK terlelap di bawah rak teko.

Di luar ombak besar datang bertubi-tubi mengombang ambingkan kapal pencari ikan ini.

Hingga pada hantaman ombak terakhir, membuat teko berisi air panas itu jatuh air panasnya tumpah menyiram sekujur tubuh korban Rudi Hartono. Angga rekannya hanya tersiram sebagian.

Yang terparah Rudi Hartono. Luka combus sekitar 80 persen, sedang Agga hanya 40 persen.

Keduanya terbangun dan berteriak minta tolong.

Kejadian pukul pukul 00.00 WIB dinihari, Jumat (24/06/2022) lalu itu benar-benar siap.

Usai kesiram air panas, Rudi Hartono(50) nyaris tidak bisa mendapat pertolongan sama sekali. Betapa tidak. Saat itu kapal masih berada di tengah laut.

Usai kejadian, kapal berusaha menelpon tim SAR dan melapor ke perusahaan mereka. Namun Rudi Hartono, sekarat. Tak lama setelah itu korban menghembuskan napas terakhirnya.

Obat penanganan seadanya tidak bisa menyelamatkan nyawa korban.

“Saat itu cuaca cukup buruk, dan ombaknya kuat, jadi teko berisi penuh air panas itu jatuh dan menyiram kita,” terang pria asal Lampung, yang selamat ini.

Sontak seluruh awak kapal langsung melaporkan ke perusahaan. Rudi Hartono pun meninggal dunia tak tertolong. Selama di tengah laut, jasad Rudi Hartono disimpan di freezer ikan, guna mencegah bau busuk.

“Nyawa Rudi sudah tidak bisa tertolong lagi, karena luka melepuh sangat parah Mas, usaha kita mengobati sia – sia karena tidak ada obat lengkap,” tambahnya.

Rudi dan Angga sempat diberi pertolongan oleh rekan lainnya dengan bahan seadanya. Saking parahnya selang beberapa jam Rudi menghembuskan napas terakhir.

Setelah mendapat laporan, Satreskrim Probolinggo Kota langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Polairud di perairan PPI, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Senin (27/6/2022).

Kasat Reskrim Probolinggo Kota AKP Jamal menjelaskan saat kapal hendak menepi di Pelabuhan PPI Mayangan, pihaknya melakukan penyelidikan dan olah TKP .

“Untuk sementara kita evakuasi jasad korban dan olah TKP. Untuk kasusnya masih kita kembangkan,” terangnya.

Sekadar diketahui, selama dua hari di tengah laut usai insiden, jenazah korban disimpan di dalam kotak freezer ikan dibalut tikar dan lembaran plastik seadanya guna meminimalisir bau.

Tim Satreskrim mengamankan barang bukti teko air, dan mengorek beberapa saksi ABK lainnya untuk penyelidikan.

“Jenazah Rudi sudah dikirim ke kamar mayat RSUD dr Moh Saleh untuk autopsi. Korban melepuh lain sudah dirawat medis,” ucapnya.

Selama proses evakuasi ini, berlangsung cukup dramatis, karena ombak besar dan angin kencang datang memaksa aparat Reskrim dan Polair lebih berhati – hati.(r/ism)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular