Hukum  

Sopir Pikap Maut di Bondowoso Jadi Tersangka, Ini Ancaman Hukumannya

Narasinews.id
Mobil Pikap yang tewaskan 7 orang dalam laka maut di jalan ijen, Tapen Bondowoso diamankan di Sat Lantas Polres Bondowoso, Selasa (29/3/2022) (Ubay/Narasinews.id)

Narasinews.id – BONDOWOSO – Polres Bondowoso akhirnya resmi menetapkan tersangka kepada Surahman, sopir pikap dalam insiden kecelakaan maut di Jalan Raya Ijen, Desa Gunung Anyar, Kecamatan Tapen.  Hal ini disampaikan oleh Kasi Humas Polres Bondowoso, Ipda Bobby Dwi Siswanto, kepada awak media di Satlantas Polres setempat, Selasa (29/3/2022).

Surahman baru ditetapkan tersangka setelah sembuh dari cidera leher dan koma usai kecelakaan yang terjadi beberapa waktu lali.

banner 400x130

Menurut Boby, berdasarkan keterangan tersangka, diketahui bahwa dia rutin bekerja sebagai penyedia angkutan dari Kecamatan Taman Krocok ke kebun Watucapil, Desa/Kecamatan Ijen.

“Tersangka mengakui kesalahannya dengan menggunakan mobil pikap. Sebab kendaraan tersebut harusnya hanya digunakan untuk angkutan barang. Bukan untuk mengangkut penumpang,” ujarnya kepada awak media.

Kelebihan Muatan

Selain itu, kata Boby, saat kejadian pikap dalam keadaan kelebihan muatan. Biasanya muatan maksimal 2,1 ton. Namun ketika itu mencapai 2,6 ton.

“Pengemudi juga berkendara dalam keadaan lelah dan mengantuk. Sehingga terjadi insiden itu,” tambahnya.

Lebih lanjut, Boby menyampaikan, hasil olah TKP yang dilakukan oleh Ditlantas Polda Jatim, kendaraan pikap yang ditumpangi tersangka sempat turun ke bahu jalan sebelah kiri. Lalu kembali ke tengah dan terbalik. Tak cukup itu saja, pikap juga terseret sejauh 20 meter.

“Mengenai kelayakan berkendara, tersangka diketahui tidak memiliki SIM. Sementara kendaraan uji KIR terakhir pada Nopember 2019 lalu,” tukas Boby.

Boby menjelaskan, pada kasus ini, tersangka dijerat dengan pasal 310 ayat 4 junto 3 dan ayat 2 UULAJ nomor 22 tahun 2009, tentang lalu lintas angkutan jalan.  Hukuman maksimal adalah 6 tahun kurungan atau denda Rp12 juta.

“Kemudian dikenakan pasal 311 ayat 5 dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan lalu lintas terjadi pada sebuah pikap di Jalan Raya Ijen, Desa Gunung Anyar, Kecamatan Tapen, Bondowoso, Senin (21/3/2022) siang. Kendaraan roda empat tersebut memuat 27 penumpang. Di mana semuanya merupakan buruh tani kentang dari Desa Gentong dan Desa Taman, Kecamatan Taman Krocok.

Mereka bekerja di kebun Watucapil, Desa/Kecamatan Ijen, Bondowoso. Biasanya para buruh itu berangkat setelah subuh dan pulang ba’da dhuhur. Insiden tersebut menewaskan 7 penumpang. Sementara lainnya mengalami luka-luka. (bay/ros)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.