BerandaNasionalSidang Kasus Perdagangan Anak di Lumajang Masuk Tahap Pemeriksaan Saksi, Hasilnya?

Sidang Kasus Perdagangan Anak di Lumajang Masuk Tahap Pemeriksaan Saksi, Hasilnya?

 

Narasinews.idLumajang – Kasus perdagangan manusia atau human trafficking yang menjerat warga Lumajang berinisial NS alias Mami Ambar sudah masuk tahap persidangan.

Sidang yang dilakoni Mami Ambar pada Selasa (22/3/2022) kemarin merupakan yang kedua. Agendanya pemeriksaan saksi secara tertutup dan online.

Sedangkan, sidang pertama telah digelar sebelumnya dengan agenda serupa pada tanggal 8 Maret 2022.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ahmad Fahrudin, menyampaikan persidangan kasus Mami Ambar tersebut diprediksi akan berlangsung lama. Pasalnya, banyak saksi yang perlu diperiksa dalam persidangan tersebut.

Sampai hari ini, baru 2 saksi yang dimintai keterangan dalam persidangan. “Ini baru ada 2, dan dalam sidang selanjutnya juga agendanya masih pemeriksaan saksi-saksi. Baru setelah itu masuk pemeriksaan saksi ahli,” kata Fahrudin, Rabu (23/3/2022).

Jumlah Korban

Diketahui, terdapat 29 korban dari kasus penjualan manusia yang dilakukan Mami Ambar. Namun menurut Fahrudin hanya beberapa orang saja yang akan dijadikan saksi dalam persidangan.

“Untuk hari ini, tadi saksinya ada di Bandar Lampung. Karena jauh, jadi sidang kami gelar online. Tadi saksi ini juga didampingi oleh LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) karena masih mengalami trauma,” tambahnya.

Sementara, perihal fakta yang diungkapkan saksi dalam persidangan, Fahrudin mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa menyampaikannya kepada publik. Lantaran sidang kasus Mami Ambar berlangsung secara tertutup.

“Mohon maaf kalau fakta yang disampaikan dalam persidangan kami tidak bisa menjelaskan disini. Karena sidangnya tertutup untuk umum,” ujar Fahrudin.

Mami Ambar ditangkap dan diamankan ke Polda Jatim terkait kasus perdagangan anak pada Kamis (25/11/21) lalu. Menurut informasi yang berhasil dihimpun narasinews.id, tersangka menawarkan pekerjaan melalui akun Facebook kepada korban.

Tersangka menjanjikan korbannya akan dipekerjakan sebagai LC sebuah tempat hiburan malam alias purel di Pulau Bali. Bahkan tersangka mengiming-imingi gaji besar. Antara Rp10 juta sampai Rp15 juta per bulan.

Korban yang ditawari kerja berasal dari berbagai daerah. Seperti dari Bandung, Lampung, dan Jakarta.

Tidak sampai ke Bali, korban malah dipekerjakan di rumah bordir milik pelaku sebagai pekerja seks komersial. Lokasinya di daerah Dolog, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang. Tarif dalam sekali kencan Rp200 ribu. (hud/liz)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular