BerandaNasionalProgram Homestay Naik Kelas Banyuwangi Sukses Jadi TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik

Program Homestay Naik Kelas Banyuwangi Sukses Jadi TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik

Narasinews.idBANYUWANGI – Program homestay naik kelas yang digagas Kabupaten Banyuwangi sukses menyabet penghargaan TOP 45 Kompetisi Sistem Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) 2022 yang digelar oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) RI.

Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan-RB, Diah Natalisa, menyampaikan langsung hal tersebut dalam acara Pengumuman Top Inovasi Pelayanan Publik Terpuji (TOP 45 Sinovik) 2022 yang digelar secara virtual, Kamis (28/7/2022).

“Terimakasih pemerintah pusat terus mendukung dan mengapresiasi inovasi Banyuwangi. Ini menjadi pemicu kami untuk terus membumikan budaya berinovasi sebagai akselerator peningkatan pelayanan publik,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Dijelaskan Ipuk, Homestay Naik Kelas adalah program peningkatan kualitas homestay dari sisi SDM, pelayanan, hingga sarana prasarana guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan yang menginap di homestay.

“Lewat Homestay Naik Kelas kami buatkan standar fasilitas pelayanan. Sehingga fasilitas dan pelayanan mereka bisa bersaing, tidak kalah dengan hotel berbintang,” ujar Ipuk.

Berkat inovasi ini, jumlah homestay sesuai standar tercatat terus meningkat. Pada 2018 terdapat 24 unit, kemudian berkembang menjadi 204 unit pada tahun 2021.

Jumlah kunjungan homestay juga mengalami peningkatan. Pada 2018 tercatat hanya 998 kunjungan. Kemudian meningkat pesat sebesar 4.999 kunjungan di tahun 2019. Kemudian turun di angka 3.476 pada tahun 2020. Sementara di 2021 hanya 3.237. Penurunan tersebut dampak dari pandemi COVID-19.

Inovasi ini juga berdampak pada peningkatan PAD dari kategori pajak homestay. Dari Rp273 juta di tahun 2019, menjadi Rp340 juta di tahun 2020. Terakhir mencapai Rp393 juta pada tahun 2021.

“Maka kami akan terus menggeber berbagai program untuk mengangkat jumlah kunjungan homestay,” tegas Ipuk.

Salah satunya, melanjutkan kebijakan yang sudah dilakukan sejak 10 tahun lalu. Yakni tidak mengizinkan pendirian hotel melati.

“Ini cara kami memberikan ruang kepada masyarakat untuk membangun homestay. Sehingga mereka turut menikmati berkah ekonomi dari pariwisata,” pungkasnya. (bib/liz)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular