PMK Merjalela di Situbondo, Dinas Sebut Tak Ada Obat Khusus

Narasinews.id
Salah satu sapi warga mati. Diduga akiibat PMK. (Narasinews.id)

Narasinews.idSITUBONDO– Wabah PMK benar-benar merajalela di Kabupaten Situbondo. Satu persatu, ternak warga, terutama sapi, mati diserang penyakit tersebut.

Sementara dari pihak dinas sendiri, belum ditemukan solusi pasti untuk menghapus PMK dari Situbondo. Sorotan demi sorotan pun datang dari sejumlah pihak. Salah satunya Hadi Priyanto, anggota DPRD Situbondo.

banner 400x130

Politisi Demokrat ini mengatakan, wabah PMK sudah menyebar.  Di antaranya di Daerah Jatisari. Di sana sapi-sapi warga banyak yang mati.

“Saya meminta Dinas Peternakan untuk serius dalam menangani PMK. Kedua, pemerintah daerah, melalui tim angaran, untuk segera menerbitkan kejadian luar biasa. Karena jumlah populasi yang terkena PMK sudah mulai menyebar. Sehingga bisa menggunakan belanja tidak terduga untuk penanganan-penanganan kasusitik PMK yang ada di desa-desa..itu menurut saya,” ungkapnya kepada Narasinews.id, Senin (20/6/2022).

Memang, kata Hadi, hal demikian menjadi tantangan tersendiri untuk dinas. “Menurut saya begini, pelayanan dasar terhadap peternakan, terutama karena mungkin keterbatasan dokter dan mantri, itu bisa diefektifkan untuk saling membantu di beberapa titik,” ucapnya.

Lebih dari itu, Hadi menyampaikan, pihaknya juga sempat menerima curahan hati masyarakat. Kata Dia, di Desa Jatisari saja, hampir 20-an sapi mati.

“Ternyata yang mati itu adalah sapi yang baru dibeli di pasar. Artinya sapi dari luar yang masuk ke Desa Jatisari. Dan itu yang menjadi awal penyebaran PMK ke sapi-sapi lain. Sehingga ada sapi yang tidak bisa berdiri dan sebagainya,” ujarnya.

Sementara langkah yang dilakukan oleh Mantri di lokasi hanyalah vaksinasi.

“Makanya ini kan terobosan untuk pengobatan dan sebagainya masih belum ada sampai sekrang. Dan ini yang harus dilakukan langkah-langkah sosialisasi. Atau apakah harus ada karantina khusus terhadap sapi-sapi yang terdampak?” ujarnya.

Selain itu, intensitas koordinasi antara dokter dan mantri peternakan juga harus ditingkatkan. Serta harus sering turun ke masyarakat. “Juga diperlukan anggaran untuk penanganan ini,” ujarnya.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan

Sementara, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Situbondo, Kholil, saat dikonfirmasi Narasinews.id mengatakan bahwa belum ada obat khusus untuk penyembuhan PMK. Satu-satunya langkah yang bisa diambil hanyalah vaksinasi.

“Sambil menunggu vaksin, kami mengajukan bantuan obat obatan untuk mengurangi rasa nyeri dan penurun panas agar sapi mau makan. Dengan mau makan, maka stamina pulih kembali dan bisa meningkatkan daya tahan tubuh sapi. Sehingga dapat melawan virus PMK itu sendiri,” ujarnya.

Menurut Kholil, PMK sejatinya bisa dikendalikan seperti Covid-19 beberapa waktu lalu. Dengan catatan, populasi sapi yang divaksin mencapai 70% persen. Sehingga terbentuk herd immunity.

“Oleh sebab itu, Presiden bilang ke Menteri,

Penyakit PMK sama dengan Covid-19. Sudah ada contohnya Pak Menteri. Tinggal belanja vaksin, dan sapi segera divaksin biar tidak menyebar semakin luas dan menimbulkan kerugian lebih besar,” ujarnya.

Sementara untuk langkah-langkah kongkrit yang diambil oleh Disnakan sendiri ada 8. Yakni melarang ternak dari luar Kabupaten Situbondo masuk ke Situbondo dengan cara menjaga delapan titik pintu masuk bersama TNI dan Polri, menutup pasar hewan di Situbondo dari tanggal 16 – 25 Juni 2022 dan buka kembali tanggal 27 Juni 2022 sampai 9 Juli 2022, melakukan pembatasan ternak ke luar dari kawasan terpapar, hingga penyemprotan kandang .

“Selain itu telah kami bentuk gugus tugas penanganan PMK. Dan berdasarkan SE Mentan, INMENDAGRI dan SK Gubernur, maka Bupati telah menetapkan Situbondo sebagai darurat wabah PMK. Kami juga telah mengajukan penggunaan dana BTT untuk pembelian obat obatan ternak dan disinfektan guna menangani PMK. Lebih dari itu, kami juga telah mengajukan kebutuhan vaksin ke Dinas Peternakan Provinsi Jatim. Dokter hewan juga kami undang untuk pembahasan hal tersebut,” ucapnya. (liz)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.