BerandaUncategorizedPlt Kadispendik Jember Khawatirkan Dampak Belajar Via Daring

Plt Kadispendik Jember Khawatirkan Dampak Belajar Via Daring

Narasinews.idJEMBER – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadispendikbud) Jember, Sukowinarno, mulai mengkhawatirkan peroses pembelajaran via daring. Dia menilai cukup banyak sisi negatif dalam proses tersebut.

Salah satunya perubahan sikap yang terjadi kepada siswa. Contohnya sikap kurang disiplin. Baik dalam melaksanakan tugas sekolah ataupun tugas harian lainnya.

“Berbeda jika murid bertemu langsung dengan guru. Mereka bisa melihat bagaimana gestur, sikap, dan tutur kata guru. Kemudian mereka menirunya atau mencontohnya,” ucapnya dalam acara safari Ramadan di Kecamatan Ajung, Sabtu (15/4/2022).

Hal senada juga disampaikan Bupati Jember, Hendy Siswanto. Menurutnya, sisi negatif lain dari pembelajaran daring adalah kurangnya kesempatan berinteraksi dengan lingkungan. Sehingga membentuk sikap apatis atau kurang peka terhadap sekitar.

“Kita sering melihat anak-anak kita, ketika dipanggil, mereka hanya menjawab tanpa menoleh. Sedangkan mukanya fokus ke gadget. Nah, ini salah satu sikap yang kurang sopan. Itu contoh kecil yang membuat kita khawatir dengan kondisi mereka di sepuluh tahun mendatang,” ungkapnya.

Pria nomor satu di Kota Tembakau ini mengungkapkan, meskipun ilmu yang dimiliki siswa sudah segunung, tapi rasa hormat kepada orang tua itu hilang, hal itu akan berisiko tinggi. Sebab bisa berimbas kepada kontrol diri yang tidak terkendali.

“Karena itu para guru dan orang tua harus bersinergi. Diharapkan bisa membantu pemerintah dalam mengejar pelajaran yang tertinggal selama dua tahun itu,” pungkasnya.

Secara terpisah, salah satu wali murid di Kecamatan Mayang, Sutikno, mengaku lebih suka melihat anaknya berangkat ke sekolah setiap pagi daripada hanya belajar daring saja. Karena hasil belajar, terutama akhlak, akan lebih banyak didapat dengan melalui PTM.

“Kalau sekolah daring, anak itu lebih banyak mendapatkan tugas daripada materi. Sehingga yang mereka kejar hanya nilai yang berupa angka saja. Padahal ada nilai yang jauh lebih penting untuk diperoleh. Yaitu kedisiplinan,” ujarnya.

Di sisi lain, salah satu siswa, Sitty Komariyah, mengaku lebih senang dengan PTM daripada daring. Sebab selain bisa berinteraksi dengan banyak teman, dirinya juga tidak perlu repot pinjam HP saudara untuk belajar.

“Saya kan gak punya HP. Mau beli belum ada uang. Kalau PTM kan enak. Saya tinggal datang ke sekolah yang jaraknya hanya 500 Meter saja dari rumah. Tinggal jalan kaki. Jadi gak perlu pakai HP,” ungkapnya. (nul/liz)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular