BerandaNasionalPlt Kadisnakan Situbondo Bantah Data PMK Hoax

Plt Kadisnakan Situbondo Bantah Data PMK Hoax

Narasinews.idSITUBONDO – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Peternak dan Perikanan (Disnakan) Situbondo, Kholil membantah keras data harian sebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang dirilis instansinya itu palsu atau hoax.

Menurut pria berkacamata ini data tersebut diperoleh berdasarkan laporan dari peternak yang sapinya terpapar atau mati karena PMK kepada petugas kesehatan hewan yang ada di Situbondo. “Jadi kenapa yang mati itu hanya 7 ekor?. Ya karena itu yang dilaporkan kepada petugas kita. Sebab para peternak ini berpikir mengapa harus dilaporkan lah sapi saya sudah mati,” ucapnya dengan nada tinggi kepada Jurnalis Narasinews.id, Jumat (15/7/2022) sore.

Dalam menangani wabah PMK tersebut Kholil mengakui ada keterbatasan tenaga kesehatan hewan. “Persoalannya memang kami ini hanya punya 20 dokter hewan, 20 mantri, dan 20 para medis. Nah mereka ini harus melayani vaksinasi, pengobatan, serta pendataan ternak di Situbondo yang jumlahnya sekitar 184.463 ekor sapi,” bebernya.

Untuk mengatasi itu, Mantan Kepala DLH Situbondo ini mengajukan surat permohonan mahasiswa peternakan yang magang Unair, STTP Malang, dan Universitas Undayana Bali untuk menjadi tenaga kesehatan hewan di Kota Santri Pancasila. “Ke dua kami juga berkirim surat kepada Pemprov Jatim untuk meminta bantuan tenaga vaksinator PMK, ke tiga Disnakan Situbondo juga melakukan pelatihan kepada sarjana perternakan agar bisa menvaksin serta mengobati sapi yang sakit,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kholil menyampaikan, pihaknya kini tengah melakukan sensus dengan menggandeng kepala desa, Babinsa, dan Babinkamtibmas yang ada di 132 desa dan 4 kelurahan. “Nah hasilnya data PMK di Situbondo hingga hari Jumat, 15 Juli ini, sapi yang suspect PMK ada 3736 ekor atau 2,025 persen dari total populasi sapi 184.463 ekor. Sudah diobati 3.340 ekor. Yang sembuh 344 ekor, mati 49 ekor, dipotong paksa 3 ekor, sudah divaksin 10.100 ekor,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bupati Lira Situbondo, Didik Martono menengarahi bahwa data PMK yang disampaikan kepada publik oleh Disnakan setempat tidak sesuai dengan fakta di lapangan alias data bodong.n

“Banyak pengaduan dari masyarakat dan kami juga menemukan beberapa fakta di lapangan. Ada kematian ternak yang  tidak tercatat di dinas terkait. Salah satunya terjadi di Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur. Di Desa tersebut sapi milik Nardi alamat Dusun Sekolahan RT/RW : 01/02, mati,” terangnya, Kamis (14/7). (ros)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular