BerandaPeristiwa DaerahPernikahan Dini Jadi Penyebab Dominan Kasus Perceraian di Kota Probolinggo

Pernikahan Dini Jadi Penyebab Dominan Kasus Perceraian di Kota Probolinggo

Narasinews.idPROBOLINGGO – Angka perceraian di Kota Probolinggo pada tahun 2022 mengalami peningkatan drastis dibanding tahun 2021. Terhitung sejak awal tahun hingga Juli 2022, ada 363 pengajuan talak. Kemudian sebanyak 292 kasus perceraian yang sudah dikabulkan oleh Pengadilan Agama (PA) Kota Probolinggo.

Panitera Muda hukum Pengadilan Agama Kota Probolinggo, Siti Nurul Qomariyah, menjelaskan bahwa pengajuan cerai rata-rata disebabkan pernikahan dini dan persoalan ekonomi.

“Selama ini kita juga selalu mewanti-wanti ke KUA agar menolak dan memberi syarat khusus untuk pengajuan pernikahan dini. Seperti harus menyertakan KK dan KTP orang tua kedua belah pihak, surat kesehatan dari dokter dan bidan jika hamil di luar nikah, serta syarat lainnya,” ucapnya.

Selain itu, pernikahan dini juga menjadi pemicu utama ketidaksiapan mental dan pemikiran si anak untuk membangun hubungan rumah tangga yang harmonis.

“Misalnya dalam rumah tangga, si anak mendapati konflik. Karena mental si perempuan biasanya masih tidak bisa jauh dari orang tua, begitu mendapati masalah di rumah tangganya si perempuan pulang. Sementara si pihak laki-laki tidak betah. Mereka pun akhirnya mengajukan cerai,” tambahnya.

Sekedar informasi, di tahun 2021, kasus perceraian yang dikabulkan sebanyak 522. Namun itu hitungan satu tahun penuh.

Sementara hitungan dari Januari hingga Juli tahun 2022 sudah mencapai 292 kasus perceraian. Padahal baru beberapa bulan. Bisa dipastikan angka ini akan terus meningkat hingga akhir tahun 2022 mendatang. (rap/liz)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular