HomeNasionalPengamen Jalanan Masih Berkeliaran, Peran Satpol PP Dipertanyakan

Pengamen Jalanan Masih Berkeliaran, Peran Satpol PP Dipertanyakan

Narasinews.idJEMBER – Para pengamen jalanan masih sering dijumpai di beberapa titik traffic light (lampu merah -red) di Kabupaten Jember. Saat mengamen, mereka menggunakan berbagai macam media. Mulai dari manusia silver, badut, angklung, dan yang lainnya. Sontak hal itu mengundang perhatian dari berbagai pihak.

Salah satunya dari pengguna jalan, Heriyanto, dia mengatakan, dirinya merasa tidak nyaman ketika melintas di area perkotaan. Seperti di Jalan PB. Sudirman. Sebab banyak pengamen yang berseliweran di perempatan lampu merah.

“Saya hampir setiap hari lewat di jalan PB. Sudirman. Dan merasa risih dengan keberadaan pengamen itu. Selain mengganggu pengguna jalan, aksi mereka juga bisa membahayakan keselamatan diri sendiri. Karena ngamennya kadang disaat lagi ramai kendaraan,” ujarnya kepada Jurnalis Narasinews.id, Selasa (22/2/2022).

Sementara, pengendara yang lain, Rahman, menyampaikan, seharusnya Satpol PP atau Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan Patroli secara rutin. Terutama diwaktu sore. Karena para mengamen itu sering terlihat sekitar pukul 16.00 WIB sampai malam.

“Pihak berwajib harus berani mengambil tindakan. Hal seperti itu (mengamen di jalan raya – red) tidak boleh dibiarkan. Soalnya mengganggu fungsi jalan. Seharusnya Satpol PP sering-sering melakukan patroli. Tapi faktanya mana?,” tukasnya.

Mahasiswa semester akhir ini melanjutkan, aksi mengamen di traffic light itu jelas melanggar Peraturan Daerah (Perda) nomor 8 tahun 2015 tentang PMKS. Dimana pihak yang memberi maupun yang mengamen akan dikenakan sanksi.

“Aturannya kan sudah ada. Undang-undangnya jelas. Seharusnya dilakukan penertiban secara konsisten. Supaya pengguna jalan tidak terganggu. Dan mereka (pengamen -red) kalau bisa diberi pekerjaan yang layak supaya sejahtera juga,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan, Pengawasan, dan Penyuluhan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jember, Erwin Prasetyo, menerangkan, Satpol PP sudah sering melakukan penertiban. Namun mereka nampaknya tidak pernah jera. Meski sudah sering terjaring razia.

Baca Juga  Stok Migor Satu Harga Langka, Ini Penyebabnya

“Tugas Satpol PP tidak hanya itu, Mas. Banyak sekali pekerjaan kami yang tidak kalah urgen. Makanya, masyarakat perlu memahami kalau memberi kepada pengamen itu melanggar Undang-undang,” jelasnya.

Peraturan Daerah Kabupaten Jember

Erwin memaparkan, Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Jember Nomor 8 tahun 2015 tentang penyelenggaraan kesejahteraan sosial di Kabupaten Jember, tertera pada Pasal 73
(1) Setiap orang dilarang melakukan pergelandangan, pengemisan, prostitusi baik perorangan atau berkelompok
dengan alasan, cara dan alat apapun untuk menimbulkan belas kasihan,
imbalan dan/atau orang lain.

“Pihak Satpol PP sangat berterima kasih kepada masyarakat yang memberikan masukan. Itu merupakan bentuk kepedulian warga terhadap pembangunan Kabupaten Jember. Dan kalau warga menjumpai hal-hal semacam itu (Pengemisan – red), segera melapor ke pihak berwajib,” bebernya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jember, Agus Wijaya, mengungkapkan, di beberapa titik traffic light sudah dipampang larangan pengemisan. Namun efeknya mungkin masih belum masif.

“Berbagai pihak, seperti Dinas Sosial (Dinsos), Satpol PP, Dishub dan yang lainnya sudah berusaha keras menekan adanya pengemisan dalam bentuk apapun. Tapi mereka memang susah ditertibkan,” ucapnya.

Pengemisan itu, kata Agus, bukan hanya membahayakan keselamatannya fisik. Melainkan juga keselamatan mental mereka. Makanya, Dishub akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak memberi apapun kepada pengemis di traffic light itu.

“Kami berharap kepada semua elemen masyarakat, termasuk media, agar membantu pemerintah dalam mensosialisasikan aturan larangan pengemisan itu. Supaya jalan raya bisa berfungsi sebagaimana mestinya,” pungkanya. (nul/ros).

RELATED ARTICLES

1 COMMENT

  1. Disetiap traffic light seharusnya dipasang Peraturan Daerah (Perda) nomor 8 tahun 2025 pasal yang berkaitan dengan gelandangan pengemis dan sejenisnya berikut sanksi sanksinya bagi pemberi dan penerima, yang kedua lewat pengeras suara yang dipantau melalui cctv menghimbau bagi seluruh pengendara untuk tidak memberikan apapun kepada pengemis pengamen dll karena ada sanksinya ketiga Satpol-PP harus ada yang bertugas disetiap traffic light untuk mencegah adanya pengemis dan pengamen… Mudah mudahan dengan cara ini Jember akan bersih dari pengemis dan pengamen di traffic light

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular