BerandaUncategorized3Pemudik Jatim di Lebaran 2022 Ditaksir Tembus 16,8 Juta Orang

Pemudik Jatim di Lebaran 2022 Ditaksir Tembus 16,8 Juta Orang

Narasinews.idSURABAYA– Jumlah pemudik di Jawa Timur dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 2022 diprediksi akan tembus hingga 16,8 juta orang. Estimasi ini naik dibandingkan perkiraan rata-rata jumlah pemudik di Jatim yang biasanya berkisar di angka 14,6 juta orang.

Hal itu juga tak lepas dari kondisi mudik tahun ini yang merupakan kali pertama sejak 2 tahun belakangan terjadi pandemi Covid-19 hingga ada larangan mudik dari pemerintah.

Untuk itu, antisipasi arus mudik tahun ini harus benar-benar disiapkan dan dipastikan pengawalannya agar masyarakat dapat mudik dengan sehat, aman, dan selamat.

Demikian dipesankan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat rapat koordinasi lintas sektoral operasi Ketupat Semeru 2022 untuk pengamanan Idul Fitri 1443 H di Gedung Mahameru Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani nomor 116 Surabaya, Selasa (19/4/2022).

“Masyarakat tentunya sangat antusias untuk mudik tahun ini sebagai kesempatan luar biasa untuk pulang kampung. Tugas kita adalah memaksimalkan kesiapsiagaan sedetail mungkin,” ujar Gubernur Khofifah.

Ia menerangkan, ada beberapa poin yang harus diperhatikan. Pertama vaksinasi yang juga syarat dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk diperbolehkannya mudik lebaran.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jatim beserta Forkopimda telah menyiapkan titik vaksinasi di beberapa tempat yang dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat. Selain itu, para tenaga kesehatan juga telah dipersiapkan dalam menghadapi mudik lebaran.

“Seperti arahan dari Pak Presiden, yang boleh mudik adalah mereka yang sudah 2 kali vaksin dan 1 kali booster. Memang dalam 10 hari menjelang lebaran ini, mungkin tidak cukup untuk mencapai angka 60% vaksinasi booster tetapi harus dimaksimalkan,” kata Khofifah.

“Tapi kami sudah siapkan titik-titik lokasi vaksinasi. Para nakes juga siap. Ini akan memudahkan dan melindungi masyarakat yang ingin sowan ke sesepuh dan anggota keluarga senior,” lanjutnya.

Beberapa titik yang dimaksud diantaranya di Masjid Nasional Al Akbar, di kantor pemerintah provinsi Jatim di Jalan Pahlawan, dan juga masyarakat bisa mendatangi fasyankes terdekat untuk mendapatkan suntikan vaksin booster.

Lebih jauh, reaktivasi PPKM Mikro dan penentuan kalender lebaran menurut Khofifah harus diperhatikan. Sebab, bisa jadi akan ada perbedaan hari H Idul Fitri. Sehingga menghitung H-7 dan H+ 7 disesuaikan.

“PPKM Mikro di tingkat desa dan kelurahan harus kembali direaktivasi. Lebih bagus lagi jika ada pos-pos di desa yang pernah berdiri, kembali dilakukan reaktivasi,” tuturnya.

“Selain itu, penentuan kalender lebaran juga penting disesuaikan. Karena bisa jadi H-7 dan H+7 ada perbedaan mengingat awal puasanya berbeda, sehingga diperlukan pengamanan yang dapat melindungi semua masyarakat baik yang akan mudik maupun saat ke tempat wisata,” jelasnya.

Tak hanya itu, Khofifah mengatakan bahwa mitigasi bencana juga harus diprioritaskan. Mengingat, kondisi cuaca yang sering tak stabil. Update kondisi cuaca ke BMKG harus dilakukan.

“Cuaca sering tidak stabil, diikuti angin kencang, makanya beberapa hari belakangan masih ada tanah longsor dan hujan lebat di beberapa wilayah. Semua ini harus dilakukan mitigasi dan antisipasi dengan seksama,” jelasnya.

Maka dari itu, ia juga mengingatkan pihak-pihak yang terkait pengelolaan jalan dan jembatan untuk melakukan tes kelayakan guna mengurangi potensi risiko.

“Kita juga bisa melakukan tes urin terutama untuk pengemudi bus jarak jauh. Agar masyarakat merasa aman, merasa tenang dan tidak khawatir,” ungkapnya.

Demi memaksimalkan hal itu, Khofifah menegaskan point penting itu telah dikonfirmasi kepada para stakeholder. Maka segera diadakan rapat tersendiri dengan para bupati/wali kota.

Nantinya, dari para bupati wali kota itu akan terbentuk pemahaman dan kerjasama dari lini yang paling bawah sekalipun. Seperti 4 pilar desa, yakni kepala desa, kepala Puskesmas, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.

“Rakor lintas sektor seperti ini harus dilakukan dengan bupati, wali kota. Agar bisa ada konfirmasi ke-4 pilar desa untuk antisipasi kondisi di lapangan,” tandasnya.

Kapolda Jawa Timur

Sementara itu, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta mengatakan kurang lebih 10.546 personel kepolisian yang mengawal mudik lebaran, yang akan mulai 28 April 2022 dan puncaknya di 2 Mei 2022.

“Nanti, bantuan dari para Kapolres, asa 10.546 personel. Mudah-mudahan, dapat mewujudkan tagline Kapolri “Mudik Sehat, Mudik Selamat”. Semoga bantuan semua pihak, maka itu bisa tercapai,” ungkapnya.

Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto menyatakan Kodam siap 100% untuk mendukung kesuksesan operasi Ketupat Semeru 2022 ini.

Nur menyatakan, kurang lebih 6.000 prajurit Kodam siap membantu personel dan alat tertentu.

“Sebanyak 6.000 pasukan itu baru dari Kodam saja. Belum pasukan lain. Selain itu, disiapkan alat dan tim kesehatan lapangan jika terjadi kerumunan,” ucapnya.

“Kunci utama adalah sinergitas yang bisa membantu kita memaksimalkan usaha ini. Insya Allah kita dapat melaksanakan Operasi Ketupat ini. Mari berdoa semoga semuanya lancar, aman, dan sehat,” tutupnya. (Ism)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular