BerandaNasionalPemkab Jember Berambisi Kejar Ketertinggalan Digitalisasi di Desa

Pemkab Jember Berambisi Kejar Ketertinggalan Digitalisasi di Desa

Narasinews.idJEMBER– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember sangat berambisi mengejar ketertinggalan digitalisasi untuk mewujudkan open goverment (Pemerintahan Terbuka) di Desa-desa dengan memberikan bimbingan teknis (Bimtek) kepada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Desa.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jember, Ir Mirfano, mengatakan open goverment itu sudah ada sejak 2012 lalu. Berlandaskan Undang-undang (UU) Republik Indonesia (RI) nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi dan UU nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

“Open goverment itu tiga prinsip. Yaitu transparansi, praktis, dan inovasi. Sesuai UU tentang keterbukaan informasi dan pelayanan publik yang kita pegang,” ucapnya, Senin (23/5/2022).

Oleh karena itu, kata Mirfano, untuk mewujudkan open goverment di desa, pihaknya bersama Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) memberikan Bimtek kepada PPID se- Kabupaten Jember. Sehingga bisa meningkatkan transparansi dan partisipasi publik di desa.

“Operator PPID yang dikirim oleh Kepala Desa (Kades) ini rata-rata usianya masih muda. Tentu mereka akrab sekali dengan teknologi. Sehingga harapannya nanti bisa berpartisipasi mengembangkan perekonomian dan potensi desa,” imbuhnya.

Di sisi lain, Kepala Diskominfo, Bobby Arie Sandy melaporkan, Bimtek kepada PPID itu diikuti oleh 226 operator desa secara luar jaringan (Luring), 226 kades dan sekdes melalui dunia jejaring (Daring).

“Terkait open government, Diskominfo sudah banyak mengembangkan aplikasi. Dan aplikasinya juga terus di-update. Sehingga pembangunan dan perekonomian kita bisa lebih baik lagi ke depannya,” ungkapnya.

Lalu Bagaimana Desa yang Blank Spot Area ? 

Bobby menjawab, sejauh ini, desa yang blank spot sudah tinggal 65 desa di 9 kecamatan. Dari sebelumnya 93 desa di 13 kecamatan.

“Ada beberapa wilayah yang medannya sulit sekali dijangkau. Kami bekerja sama dengan provider terus berupaya melakukan perbaikan. Sampai nanti semua desa bisa mendapatkan sinyal yang baik. Sehingga digitalisasi bisa berjalan lancar,” pungkasnya.(nul/ism)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular