BerandaNasionalPantas Jadi Rebutan, Segini Gaji Kepala Desa

Pantas Jadi Rebutan, Segini Gaji Kepala Desa

Narasinesw.id,-BONDOWOSO – Jabatan sebagai kepala desa sangat menggiurkan  bagi sebagian orang, tak ayal kontestasi dalam memperebutkan kursi nomor 1 di desa  menjadi sangat bergengsi.

Tak hanya posisi tingkat sosial terpandang yang didapat, dari segi finansial pun seorang kepala desa terjamin.

Pengamat dan praktisi pemberdayaan masyarakat desa dan tenaga ahli pemberdayaan masyarakat (TAPM), Abdul Gafur Bakri, mengatakan ketentuan minimal besaran gaji kades dan perangkat desa diatur per tahun melalui peraturan bupati/ wali kota.

Hal itu berdasarkan peraturan pemerintah nomor 11 tahun 2019 tentang pelaksanaan Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa.

Kata Gafur, sumber gaji kepala desa dari APBDesa, yakni anggaran dana desa (ADD). Untuk besaran ADD ditentukan oleh bupati/wali kota pada tahun anggaran berjalan dengan ketentuan minimal 10% dari dana transfer daerah, dana alokasi umum (DAU).

Berikut Gafur merilis  besaran gaji kepala desa dan perangkat.

Kades  paling sedikit Rp2.426.640 (setara 120% gaji pokok PNS golongan II/A).

Sekretaris desa paling sedikit Rp2.224.420 (setara 110% gaji pokok PNS golongan II/A).

Adapun perangkat desa lainnya yaitu kaur, kasi dan kepala dusun paling sedikit Rp2.022.200 (setara 100% gaji ASN golongan ruang II/A).

Menurut Gafur, kepala desa dan perangkat desa juga berhak mendapatkan tunjangan kesehatan dan ketenagakerjaan yang sumber dananya sama dari ADD.

“Tunjangan kesehatan itu biasanya berbentuk BPJS kesehatan yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan,”  katanya, Sabtu (25/6/2022).

Lebih lanjut pria kelahiran Bondowoso itu mengungkapkan, kepala desa dan perangkat desa juga dapat mengalokasikan penghasilan tambahan melalui pendapatan asli desa (PADes), yang besarannya tergantung pada besaran PADes pada tahun berjalan.

PADes, kata dia, bersumber dari hasil usaha desa (BUMDesa) dan Pengelolaan tanah kas desa. Pendapatan asli desa yang bersumber dari tanah kas desa biasanya bersifat statis atau bisa jadi berkembangnya hanya sedikit tergantung TKD-nya digunakan untuk apa

Tapi, sambung Gafur, pendapatan asli desa dari hasil usaha desa (BUMDesa) lebih bersifat fluktuatif tergantung jenis usaha apa yang dijalankan oleh Desa.

“Oleh karenanya, sangat penting kiranya agar kepala desa lebih fokus pada peningkatan ekonomi kerakyatan melalui BUMDesa, dalam hal kades nantinya akan mendapatkan penghasilan tambahan dari hasil usaha desa tersebut, itu bonusnya,” pungkasnya.(ubay)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular