Berita  

Optimasi Perpres 80 Fokus pada Insfrastruktur dan Pengendalian Banjir

Optimasi Perpres 80
Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak saat mengikuti Rapat Koordinasi Perpes 80 di Kantor Kementerian PPN / Bappenas RI, Senin (17/1/2022). (Foto : Humas Pemprov Jatim for Narasinews.id)
banner 400x130

Narseinews.idJAKARTAWakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan soal prioritas pelaksanaan Peraturan Presiden nomor 80 tahun 2019 untuk fokus pada pembangunan insfrastruktur serta pengendalian banjir di titik-titik rawan.

“Fokus utamanya pada pengembangan insfrastruktur namun kami ingin ada upaya pengendalian banjir di dalamnya. Karena dua hal tersebut yang tidak bisa ditunda,” ungkap Wagub Emil dalam Rapat Koordinasi Perpes 80 di Kantor Kementerian PPN / Bappenas Jl. Pangeran Diponegoro No.2, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (17/1).

banner 400x130

Wagub Emil mengaku hingga saat ini, salah satu pembangunan yang paling berdampak bagi kehidupan masyarakat adalah insfrastruktur. Dia optimis, sebagai provinsi kontributor perekonomian nasional terbesar nomor 2, Jatim bisa menjaga daya saingnya.

“Kita paham bahwa Pemerintah Pusat memiliki banyak Proyek Strategis Nasional (PSN) dari Sabang hingga Merauke. Namun kami yakin, dengan adanya komunikasi dan koordinasi yang baik Jatim bisa,” tuturnya

Tak hanya itu, meski mengalami keterbatasan semisal permodalan, Emil mengaku ada hal yang bisa dilakukan melalui kerjasama dengan pemrakarsa Green Infrastructure Initiative (GII) milik Jerman.

“Tadi Pak Deputi Sarana dan Prasarana mengatakan bahwa ada kerjasama yang bisa dilakukan dalam pengembangan insfrastruktur. Karena ini GII, jadi akan ada pembangunan yang didalamnya juga ada mitigasi banjir,” kata Emil.

Emil menyebut kondisi pandemi bukan hanya perihal keterbatasan, namun juga perihal akselerasi pembangunan.

“Dari pertemuan ini, kita perlu adanya diskusi mana program yang harus dijadikan prioritas. Kita perlu petakan dengan optimalisasi program,” ujarnya

“Kami akan siapkan sedini mungkin misalkan ada optimalisasi anggaran 2022 dan pembangunan 2023 akan segera kami rancang,” tambahnya.

Optimalisasi PSN Sesuai Perpres 80

Sementara itu, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian PPN / Bappenas Josaphat Rizal Primana mengungkapkan optimalisasi PSN sesuai Perpres 80 harus dilihat konstelasi tiap daerah.

“Kita harus lakukan pemetaan bersama. Sesuai Pak Wagub sampaikan tadi. Bahwa memang kita harus paham mana yang prioritas, mana yang second line. Tapi kita juga harus memastikan bahwa pembangunan ini terintegrasi,” ungkapnya.

Menjawab Emil, Josaphat menyampaikan bahwa keterbatasan permodalan harus sedini mungkin ditangani untuk mencari opsi pendanaan lain. Misalnya dengan memanfaatkan mitra.

“Bisa lewat GII seperti yang disampaikan tadi. Selanjutnya yang akan kita upayakan adalah bagaimana pembangunan insfrastruktur ini akan mengedepankan Sustainbility,” ucapnya

“Agar pembiayaan ini akan terintegrasi dengan KPBU misalnya. Sehingga KPBU ini jangan sampai terhenti ditengah jalan. Kami harapkan kita bisa membahas kedepannya mana yang akan dijadikan prioritas,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Perpres No. 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi pada Kawasan Gresik – Bangkalan – Mojokerto – Surabaya -Sidoarjo – Lamongan, Kawasan Bromo-Tengger-Semeru, serta kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.