Mengaku Satnarkoba Polda Jatim, Pelaku Pemerasan di Banyuwangi Diringkus

Para tersangka pemeras warga diamankan Polresta Banyuwangi. Mereka duduk menggunakan baju tahanan. (Foto: Yaqin/ Narasinews.id)

Narasinews.id, Banyuwangi – Enam komplotan pemerasan uang warga diringkus Satreskrim Polresta Banyuwangi. Beberapa diantaranya mengaku dari Satnarkoba Polda Jatim.

Masing-masing tersangka yang diamankan berinisial SM dan SD yang merupakan warga Banyuwangi. Sementara empat pelaku lainnya berinisial NH, PR, DD, dan DN, berasal dari Kabupaten Jember.

Korban yang ditipu berinisial MJ, warga asal Purwoharjo, Banyuwangi. Dia diancam akan dibawa ke Polda Jatim jika tidak memberikan uang pelicin.

Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu menyampaikan, masing-masing tersangka memiliki peran berbeda. Ada yang menjebak, menyamar jadi polisi, memeras, juga berperan dengan membujuk korban.

AKBP Nasrun mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Senin (20/12/2021) lalu, di wilayah Kecamatan Purwoharjo. Sekitar pukul 22.00 WIB, korban berinisial MJ didatangi ke rumahnya oleh salah satu tersangka, SM. Korban diajak mengonsumsi sabu oleh pelaku namun korban tidak mau.

“Tidak lama kemudian rumah korban didatangi 3 orang laki-laki yang mengaku sebagai petugas kepolisian Polda Jatim bagian Narkoba. Selanjutnya korban dan tersangka SM seolah-olah ditangkap dan dimasukkan ke dalam mobil dalam keadaan tangan diikat ke belakang dan mata ditutup dengan topi ninja,” terangnya.

AKBP Nasrun menambahkan, polisi gadungan itu kemudian membawa korban dan rekan yang menjebak seakan-akan menuju Polda Jatim. Padahal korban hanya dibawa ke daerah Ambulu, Kabupaten Jember.

“Korban lalu dimintai uang Rp 40 dengan iming-iming tidak akan dibawa ke Polda. Tersangka SM juga seolah-olah dimintai uang Rp 60 juta,” ucapnya.

Dikarenakan tidak memiliki uang, lanjut AKBP Nasrun, tersangka SM berinisiatif menghubungi pelaku lain berinisial SD yang berperan membujuk istri korban berinisial SR. Uang sebesar Rp 40 juta tersebut sebagai tebusan untuk suaminya.

“Karena Istri korban juga tidak uang dengan nominal tersebut, kemudian menyusul suaminya dan hanya menyerahkan Rp 15 juta. Dari sini korban kemudian dilepas oleh para tersangka,” jelasnya.

Dari peristiwa tersebut, sambung AKBP Nasrun, korban kemudian melaporkannya kepada Polsek Purwoharjo. Dari hasil penyelidikan, awalnya polisi berhasil mengamankan tersangka SM dan SD.

“Setelah dilakukan pengembangan dari keterangan kedua tersangka tersebut, tersangka lainnya berhasil kita amankan,” tukasnya.

Lebih lanjut, AkBPN Nasrun menjelaskan, dari tangan tersangka polisi juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 4 juta, kartu ATM BCA, 5 unit handphone milik para tersangka, dan barang bukti lainnya.

“Para pelaku disangkakan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancamanan hukuman penjara paling lama 9 tahun,” pungkasnya. (rul/han)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.